Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA panitia seleksi calon pimpinan (pansel capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Yenti Garnasih didampingi anggotanya, Marcus Priyo Gunarto mengunjungi KPK.
Ahli tindak pidana pencucian uang (TPPU) itu mengungkapkan, kunjungan yang dilakukannya guna bertemu dengan pimpinan KPK.
"Ya kita akan membahas seperti yang (seleksi) lalu ya," kata Yenti di Gedung KPK, Rabu (12/6).
Ia tidak memberikan banyak komentar terkait dengan kunjungannya hari ini.
"Ya kita mau bertemu pimpinan KPK, nanti jam 11 kita dengan kejaksaan agung terus besok dengan kapolri, seperti yang kita sampaikan tahapan-tahapan ini. Izinkan dulu kita (masuk ke KPK) sudah ditunggu," tukasnya.
Baca juga: Pansel Pimpinan KPK Jemput Bola ke Daerah
Sebelumnya, anggota pansel capim KPK lainnya, Diani Sadia Wati mengungkapkan timnya akan mengunjungi sejumlah lembaga dan organisasi kemasyarakatan sejak hari ini.
"Besok kita akan kunjungan ke pimpinan di KPK, seluruh pansel kunjungan ke KPK jam 09.00 WIB," kata Diani di Kementerian Sekretariat Negara, Selasa (11/6).
Diani mengatakan pansel juga akan bertemu dengan sejumlah organisasi kemasyarakatan dan ormas keagamaan.
Pertemuan berlangsung pada 2 Juli 2019. Di hari yang sama, pansel juga akan bertemu dengan mantan pimpinan KPK. Pertemuan dilakukan pada 2 Juli sekitar pukul 10.00 WIB hingga 12.00 WIB.
Siang harinya, pansel akan menerima kunjungan Ketua Wadah Pegawai KPK. Pansel mengatakan rangkaian pertemuan dilakukan untuk mendapatkan saran mengenai sosok ideal pimpinan KPK periode 2019-2023.
"Karena harus lebih baik dari sebelumnya," kata dia.
Pansel membantah pertemuan pertama dengan KPK, Polri, dan Kejaksaan Agung, untuk mendorong calon dari instansi tersebut. Mereka menyurati tiga instansi itu secara serentak.
"Kebetulan saja, KPK bersama sekaligus Kejaksaan Agung, baru ke Kapolri," kata Diani.
Pansel juga menjadwalkan pertemuan dengan pimpinan Badan Intelijen Negara (BIN) dan PPATK. Tapi pertemuan itu masih belum ditentukan oleh dua instansi tersebut.
"BIN masih menunggu penjelasan tanggalnya, PPATK kita masih berkoordinasi dengan PPATK sendiri," kata dia. (OL-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved