MASUKNYA nama Puan Maharani dan Prananda Prabowo ke dalam struktur kepengurusan DPP PDIP dinilai peneliti dari CSIS Phillip J Vermonte sebagai langkah pengaderan Megawati Soekarnoputri terhadap kedua anaknya untuk menuju pucuk pimpinan partai.
Tak hanya itu, munculnya tokoh-tokoh muda dalam kepengurusan tersebut juga membuka ruang kompetisi antara trah Soekarno dan tokoh muda lain yang bukan keturunan Soekarno.
"Megawati membuka opsi lebih banyak. Ini kompetisi yang bagus di sebuah partai politik," katanya, kemarin.
Ia mengaku tidak terkejut dengan masuknya nama Puan dan Prananda dalam kepengurusan partai. "Mereka berdua sejak lama aktif di partai. Prananda juga aktif, tapi tidak di kepengurusan," ujar Phillip.
Puan ditunjuk Megawati menjadi ketua DPP bidang politik dan keamanan, sementara Prananda dipercaya menjadi ketua DPP bidang ekonomi kreatif.
"Ini sekaligus menunjukkan faktor keluarga masih penting di PDIP," terang Phillip.
Ia juga mengapresiasi langkah Megawati yang memasukkan sejumlah tokoh muda ke dalam jabatan penting di partai.
"PDIP kini tengah melakukan kaderisasi. Sejumlah jabatan penting partai diisi oleh anak muda. Contohnya Hasto Kristiyanto yang dipercaya Megawati untuk mendampinginya menjadi Sekjen PDIP," katanya.
Politikus senior PDIP Pramono Anung menilai masuknya dua anak Megawati itu mengisyaratkan regenerasi di partai sedang berjalan. Keduanya dinilai sudah matang dan mampu diberi tanggung jawab dalam mengelola organisasi partai. "Ini merupakan proses penggodokan bagi Puan dan Prananda. Hadirnya Puan dan Prananda itu menandai gerakan partai menyongsong perubahan ke depan, termasuk keberadaan Hasto Kristianto. Penggemblengan anak-anak muda PDIP sudah dimulai," terangnya. Anak nakal Saat mengumumkan jajaran anggota kabinet partainya, Megawati Soekarnoputri memanggil satu per satu nama pengurus untuk maju ke depan podium. Sambil bercanda, Ketua Umum PDIP itu mengatakan ada anak nakal dalam kepengurusan PDIP periode 2015-2020.
"Ini sebetulnya dia (Bambang Dwi Hartono) anak nakal sebetulnya. Tetapi dia sangat loyal, jadi loyal sebenarnya. Leadership bagus," kata Megawati seperti dikutip dari www.metrotvnews.com.
Megawati memercayakan jabatan ketua DPP bidang pemenangan pemilu kepada Bambang.
"Tapi kadang-kadang kalau lagi tidak ada mainan, dia agak sulit mengendalikan diri," imbuhnya yang langsung disambut riuh tawa hadirin.
Megawati juga mempertahankan sejumlah wajah lama di kepengurusan 2010-2015. Hal tersebut lantaran kinerja pengurus lama terbukti moncer.
"Tidak banyak berubah sebab DPP lama ini (periode 2010-2015) terbukti mampu membawa kemenangan," kata Megawati. (P-1)