Hotel Inna Grand Bali Beach, lokasi Kongres III PDIP.(MI/SUSANTO)
HOTEL Inna Grand Bali Beach seakan menjadi saksi bisu perjalanan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di kancah perpolitikan di Tanah Air. Betapa tidak. Dari empat kali kongres, tiga di antaranya berlangsung di hotel yang berada di kawasan Sanur, Denpasar, tersebut.
Resident Manager Inna Grand Bali Beach, Made Asawijaya, mengaku banyak orang mengatakan hotel tersebut identik dengan Soekarno dan juga tidak bisa dilepaskan dari kiprah PDIP di panggung nasional.
"Ide pembangunan hotel ini memang berasal dari Soekarno. Kebetulan PDIP yang sekarang ini dipimpin Megawati Soekarnoputri. Sebagian besar momen partai berlambang banteng moncong putih itu disusun di sini, termasuk Kongres IV PDIP. Namun, kami melayani kepentingan berbagai kalangan untuk menggunakan hotel kami dengan sebaik-baiknya," kata Asawijaya.
Pembangunan Hotel Inna Grand Bali Beach dicanangkan oleh Bapak Bangsa Indonesia, Soekarno, pada 1963 dan selesai dua tahun kemudian. Akan tetapi, Soekarno tidak dapat meresmikan hotel tersebut karena keburu terjadi peristiwa G-30-S PKI. Hotel itu akhirnya diresmikan pada 1 November 1966.
Pada 1993, hotel yang dibangun oleh kontraktor asal Jepang, Taisei Construction, tersebut ludes dilalap api. Kebakaran itu hanya menyisakan satu kamar yang masih utuh tidak tersentuh api sehingga menjadi cikal bakal kamar suci yang tidak pernah ditempati tamu.
"Kamar bernomor 327 itu hingga kini menimbulkan banyak penafsiran, ada yang bilang kamar itu milik Nyi Roro Kidul. Ada juga yang mengatakan kamar itu milik Soekarno. Kami melarang siapa pun mengambil gambarnya," ujar staf humas Hotel Inna Grand Bali Beach, Santi.
Salah seorang kader PDIP, I Wayan Koster, mengakui hotel tersebut selalu menjadi tempat kongres PDIP sejak dulu. "Sebenarnya bukan hanya PDIP, banyak partai politik mengalami kemerosotan akan menemukan kembali jati dirinya di sini."
Kini, Hotel Inna Grand Bali Beach memiliki 611 kamar yang tidak pernah sepi tamu. Sebagai hotel berbintang lima, bangunan hotel dilengkapi cottages, helipad, dan fasilitas penunjang lain.
Bangunan hotel berbentuk huruf Y sehingga memungkinkan seluruh penghuni kamar memandang lautan lepas dari bilik masing-masing. "Hotel kami memiliki garis pantai terpanjang ketimbang dengan hotel lain. Garis pantai hotel kami mencapai 1 km lebih," ungkap Asawijaya. (X-4)