Mega Ingatkan Jokowi

MI/NUR AVIANNI
10/4/2015 00:00
Mega Ingatkan Jokowi
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri bersiap mengucapkan sumpah pengangkatan saat Kongres IV PDI Perjuangan di Hotel Inna Grand Bali Beach, Sanur, Bali, Kamis (9/4).(ANTARA/Andika Wahyu)
Jikalau aku mendengarkan burung perkutut di pepohonan, aku mendengarkan suara Indonesia. Jikalau aku melihat matanya rakyat Indonesia di pinggir jalan, apalagi sinar matanya anak-anak kecil Indonesia, aku sebenarnya melihat wajah Indonesia....

BAIT
puisi karya Bung Karno berjudul Aku Melihat Indonesia itu dibacakan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dalam pidato politik saat membuka Kongres IV PDIP di Bali, kemarin.

Selain jajaran kader PDIP, ikut hadir dalam kongres Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla, Ketua MPR Zulkifli Hasan, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, Ketua Umum PPP Romahurmuziy, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Ketua Umum Hanura Wiranto, Ketua Umum PKPI Sutiyoso, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, dan Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursyidan Baldan.

Dalam pidato berdurasi 35 menit yang penuh semangat dan sempat diiringi linangan air mata, Megawati menyoroti berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia antara lain menyerukan kepada kader dan petugas partai di pemerintahan ataupun di lembaga legislatif mewaspadai berbagai upaya pihak tertentu atau 'penumpang gelap' yang mengeruk kekayaan negara.

"Ada penumpang gelap untuk menguasai kekayaan negara, melakukan kontrak gelap berbagai kekayaan negara. Mari kita besarkan Indonesia Raya," ujar Megawati.

Terkait pemerintahan, Megawati meminta Presiden memegang teguh konstitusi dan wajib menjalankan janji-janji kampanye. "Inilah ikatan suci dengan rakyat yang harus dipenuhi jika ingin menjadi pemimpin yang dicintai rakyat," tegas Megawati.

Evaluasi

Pidato itu multitafsir dari perspektif berbagai kalangan. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menafsirkan pidato Ketua Umum PDIP sebagai peringatan bagi pemerintah. "Ibu Mega melakukan kontrol. Ibarat main bola, pemerintahan Jokowi hampir off side, jadi harus diingatkan," ujarnya.

Di mata Surya Paloh, pidato Megawati itu autokritik terhadap pemerintahan saat ini. Megawati tengah mengingatkan pemerintahan agar terus berbenah, kembali ke jalan yang benar.

"Mengingatkan itu bagus sekali. Kalau perlu dievaluasi, ya, harus dievaluasi. Saya pikir memang harus dievaluasi," ujarnya.

Evaluasi yang dimaksud, tambah Surya, bukan berarti harus reshuffle sekarang juga. Ada tahap-tahap yang harus dilewati. "Yang perlu diketahui, masyarakat sekarang kian kritis. Inginnya serbacepat, instan. Kalau bisa, yang bisa diselesaikan hari ini, ya hari ini diselesaikan," ujarnya.

Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Suharso Monoarfa menilai selama enam bulan, pemerintahan Jokowi-JK mendapat penilaian kurang memuaskan dari masyarakat. Itu menjadi sinyal untuk mengevaluasi kabinet.

Jokowi menyatakan ia mengevaluasi kinerja menteri setiap saat. "Saya evaluasi setiap hari, setiap bulan," kata Presiden saat mendarat di Bandara Internasional Lombok, NTB, kemarin.

Terkait pidato Megawati, Presiden mengatakan pidato itu menyampaikan pesan pemimpin yang baik. "Pemimpin yang baik yang mau melayani rakyat, yang punya ideologi," katanya. Soal 'penumpang gelap', Jokowi tidak menanggapi. (Wib/Kim/OL/Ant/X-7)




Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya