KAA Ajang Promosi Wonderful Indonesia

Din/S-25
10/4/2015 00:00
KAA Ajang Promosi Wonderful Indonesia
Arief Yahya Menteri Pariwisata(MI/RAMDANI)
PERINGATAN Konferensi Asia Afrika (KAA) ke-60 bernilai strategis untuk Indonesia. Tidak hanya dalam bidang politik, momen tersebut dipandang efektif untuk mempromosikan pariwisata Indonesia sekaligus memantapkan pencitraan Wonderful Indonesia di mata internasional, khususnya Kota Bandung dan Jakarta.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyampaikan tidak kurang dari 19 acara pendamping (side event) akan menyemarakkan peringatan bersejarah hubungan Asia dan Afrika tersebut. Seluruh acara tersebut akan diselenggarakan tersebar di Bandung dan Jakarta dengan melibatkan warga setempat. ''Saya menargetkan acara tersebut bisa menarik 100 ribu wisatawan Nusantara dan 2.500 wisatawan mancanegara untuk datang ke Bandung,'' terang Arief saat ditemui di Jakarta, Selasa (7/4) lalu.

Kementerian Pariwisata menganggarkan Rp10 miliar untuk mempromosikan acara pendamping tersebut. Angka tersebut diharapkan mampu menarik pendapatan hingga Rp230 miliar dalam jangka pendek. Sementara itu, ia meyakini efek promosi dari kegiatan tersebut juga akan berdampak panjang pada promosi pariwisata Bandung dan sekitarnya mengingat tingginya minat peliputan pada acara itu.

Tidak hanya media cetak, elektronik, dan media daring, pemerintah juga memanfaatkan media sosial sebagai ajang kampanye. ''Media values-nya tinggi. Kami menganggap ini sebagai long term investment untuk mempromosikan konsep Great Bandung ke depan,'' cetusnya.

Untuk memaksimalkan promosi, Kementerian Pariwisata bekerja sama dengan berbagai pihak dalam penyelenggaraan acara. Salah satunya ialah grup band Slank yang akan tampil dalam konser bertajuk Prosperity and Peace without Drugs di Gelora Bung Karno, Jakarta, pada 19 April mendatang. Pertunjukan tersebut terbuka untuk umum secara gratis dan diperkirakan dapat menarik massa hingga 50 ribu orang. ''Yang tampil nanti tidak hanya Slank, tetapi juga ada Ari Lasso dan Tulus,'' imbuh Arief.

Di Bandung, Pemerintah Kota Bandung menyiapkan sekitar 11 acara utama. Sebelum hari pelaksanaan KAA, pemerintah kota dengan melibatkan sejumlah seniman akan mempercantik pilar-pilar di bawah jalan layang Pasupati dengan karya mural bertema peringatan KAA. Selanjutnya, warga diikutsertakan dalam ajang Solidarity Walk yang bertemakan Tribute to Soekarno and Mandela pada 21 April mendatang.

Sebagai puncak acara, pemkot menyiapkan gelaran pemecahan rekor dunia memainkan angklung yang melibatkan 20 ribu peserta pada 25 April. Pada hari yang sama, parade Asia Afrika akan digelar di seputaran Gedung Merdeka dengan menampilkan ciri khas budaya Indonesia sekaligus para tamu undangan dari berbagai negara.

''Kami perkirakan jumlah peserta parade nanti akan mencapai 1.000 orang dan sepertiganya kami harapkan adalah orang asing. Sampai saat ini sudah ada 27 negara yang mengonfirmasi sebagai peserta,'' tukasnya.

Arief menambahkan, hingga saat ini tercatat 75 event di Jakarta dan Bandung akan digelar untuk memperingati KAA. ''Jumlah itu bisa terus bertambah seiring dengan besarnya minat masyarakat untuk turut memeriahkan peringatan KAA.'' (Din/S-25)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya