Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
BERBAGAI upaya perbaikan kinerja terus dilakukan oleh DPR RI. Mulai dari pemaksimalan produk legislasi, hingga dalam menjalin komunikasi dan menjaring aspirasi masyarakat.
Meski telah melakukan berbagai perbaikan, diakui tidak mudah untuk membuat citra DPR sepenuhnya baik di masyarakat. Begitu juga dengan kinerja, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui secara maksimal proses dan hasil kinerja DPR dalam setiap tahun dan masa sidang.
Baca juga: Ma’ruf Amin : HTI Tertolak, bukan Ditolak
"DPR masih terus berbenah diri kami terus mendorong perbaikan dr sisi persidangan hingga pengelolaan anggaran," ujar Sekjen DPR, Indra Iskandar, dalam audiensi Sekjen DPR dengan Media Indonesia, Jumat, (8/3).
Indra mengatakan, kerap kali persepsi masyakat terhadap DPR masih rendah. Contohnya dalam hal produk legislasi. Bila dalam masa sidang produk legislasi yang dihasilkan minim, hanya DPR yang menjadi sasaran kritik.
"Padahal produk legislasi itu kerja bersama antara DPR dan pemerintah. Sebuah undang-undang tidak bisa disahkan tanpa ada persetujuan pemerintah," ujar Indra.
Indra mengatakan, sosialisasi akan terus dilakukan pada berbagai kalangan masyarakat. Khususnya, kalangan muda agar bisa mengenal lebih jauh DPR.
"Kami semakin membuka diri, semua hal yanh dilakukan DPR bisa dengan cepat diketahui masyarakat lewat pengembangan teknologi," ujar Indra.
Sementara itu, Pemimpin Redaksi Media Indonesia, Gaudensius Suhardi, tidak bisa memungkiri bahwa pemahaman masyarakat terkait proses kerja pembuatan sebuah undang-undang masih rendah. Menurutnya, DPR harus terus melakukan sosialisasi untuk mengubah kondisi tersebut.
"Sosialisasi harus terus dilakukan dengan lebih sistematis," ujar Gaudensius.
Baca juga: Panglima TNI: Penanganan Bencana Alam Momentum Solidaritas Masyar
Pendekatan harus dilakukan dengan lebih aktif pada masyarakat. Hal itu dibutuhkan agar kerja DPR dan berbagai kemajuan yang dilakukan bisa tersampaikan dengan baik ke masyarakat.
"Tidak ada demokrasi tanpa DPR. DPR harus cari satu pola untuk mengubah persepsi publik soal stigma DPR karena sebenarnya sudah banyak ada perbaikan di DPR dari sejak 1990-an," ujar Gaudensius. (OL-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved