MENTERI Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menampik kabar yang menyebutkan Presiden Joko Widodo akan mencalonkan diri sebagai Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) bersaing dengan Megawati Soekarnoputri. Menurutnya, Jokowi tidak berniat maju di Kongres PDIP, 8-12 April nanti. "Tidak ada niatan dari Pak Jokowi untuk maju sebagai Ketum PDIP," ujar mantan Sekjen PDIP itu kepada Media Indonesia, kemarin. Hal itu, sambungnya, sejalan dengan hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PDIP di Semarang, September 2014. Dia menjelaskan, dalam rakernas tersebut semua peserta sepakat menetapkan kembali Megawati Soekarnoputri sebagai ketua umum dalam Kongres PDIP. Kesepakatan itu, sambungnya, dituangkan melalui pembacaan rekomendasi politik secara aklamasi.
"Justru Pak Jokowi yang meminta peserta rakernas untuk mendukung kembali Ibu Megawati sebagai Ketua Umum PDIP," lanjut Tjahjo. Berdasarkan keputusan rakernas pula, imbuh dia, Presiden Jokowi yang juga kader PDIP tetap memegang mandat dari rakyat untuk menjalankan roda pemerintahan. "Pak Jokowi sebagai kader PDIP konsentrasi penuh di pemerintahan sebagai presiden," pungkasnya. Ketua Panitia Daerah Kongres Ke-4 PDIP Wayan Koster menambahkan Megawati yang merupakan putri proklamator akan dikukuhkan menjadi Ketua Umum PDIP untuk 5 tahun ke depan pada hari kedua kongres yakni pada 10 April 2015. "Untuk sementara ini tidak ada yang bisa menggantikan figur Ibu Mega. Kalaupun ada, berarti bukan sekarang.
Tunggu lah, kapan-kapan saja," ujar Koster di Sanur, Bali, kemarin. Saat disinggung mengenai 30% kader di tingkat DPC yang tak menginginkan kembali Megawati dicalonkan sebagai ketua umum, Koster menuding mereka tak tahu perkembangan partai. "Mereka tidak ikut rakernas mungkin. Semua kader menginginkan Ibu Mega memimpin PDIP kembali," ujarnya. Ia menambahkan, kongres yang akan berlangsung di Nusa Dua, Bali, tersebut akan menghabiskan biaya sebesar Rp7,35 miliar. "Itu untuk membayar 12 hotel bagi para peserta, biaya transportasi, akomodasi, serta seluruh biaya lainnya," pungkasnya.