Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PULUHAN santri di Surabaya yang tergabung dalam Jaringan Santri Nusantara, turun ke jalan mengecam Wakil Ketua DPR Fadli Zon yang dianggap melecehkan kiai. Aksi dilakukan di Depan Gedung Negara Grahadi.
Mereka menuntut Fadli Zon meminta maaf secara langsung ke Kiai Maimun Zubair atas puisi kontroversial yang ditulisnya berjudul Doa yang Ditukar.
Lengkap dengan busana muslim berwarna putih dan peci hitam, puluhan santri itu juga membawa berbagai spanduk berisi kecaman. Menurut Ahmad Jazuli, koordinator aksi, puisi yang ditulis Fadli telah merendahkan dan melecehkan Kiai Maimun yang sangat dihormati dan dituakan di NU.
"Kami menyerukan bahwa Jaringan Santri Nusantara tidak akan memilih partai yang selama ini menjadi partai politik Fadli Zon dalam Pemilu Serentak 2019 yang akan datang," tegas Jazuli.
Meskipun Fadli sudah melakukan klarifikasi di media bahwa puisinya bukan untuk Kiai Maimun, para santri tetap menganggap hal itu bentuk merendahkan muruah kiai. Juga, menjadi contoh buruk yang dilakukan tokoh politik.
Hal serupa juga terjadi Ngawi, Jatim. Ratusan santri di Pondok Pesantren Mambaul Hikmah, Dusun Kerten, Desa Teguhan, Kecamatan Paron, menggelar aksi di halaman ponpes. Mereka membawa berbagai poster berisi kecaman terhadap Fadli.
Dipimpin Kiai Muhammad Dumami, ratusan santri kemudian menggelar istigasah untuk mendoakan kedamaian Indonesia, terutama saat digelarnya pemilu pada 17 April mendatang.
Doa bersama tersebut juga dihadiri tokoh masyarakat, seperti Bupati Ngawi Budi Sulistyono dan Wakil Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono, serta pengurus berbagai ormas.
Terkait dengan polemik puisi tersebut, kiai dan santri Pondok Pesantren Mambaul Hikmah, meminta Fadli segera meminta maaf kepada Kiai Maimun Zubair.
Sebelumnya, para santri di Kabupaten Kudus menggelar aksi protes di Alun-Alun Kudus. Massa yang tergabung dalam Aliansi Santri Membela Kiai (Asmak), membahwa tulisan bernada protes terhadap Fadli.
Aksi yang diisi dengan pelantunan zikir dan selawat serta tausiah itu menuntut permohonan maaf karena Fadli dinilai telah mencela kiai.
"Mohon saudara Fadli Zon menghentikan sikapnya atau tidak melanjutkan perbuatannya yang suka mencela kiai kami. Fadli harus minta maaf," tandas koordinator aksi Muhammad Sa'roni.
Fadli menegaskan puisinya tak ditujukan kepada Mbah Maimun. "Saya sudah menyatakan waktu menjawab Menteri Agama, bahwa itu sama sekali bukan untuk Pak Kiai Maimun Zubair, Mbah Mun. Tidak ada sedikit pun indikasi ke sana," jelasnya.
Ia meminta semua pihak tidak membuat interpretasi atas puisinya yang berpotensi melarut-larutkan masalah. Dia kembali menegaskan puisi itu bukan ditujukan kepada Mbah Maimun. (FL/P-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved