PDIP Buka Peluang Kerja Sama dengan Partai Konservatif Inggris

Dero Iqbal Mahendra
19/2/2019 15:17
PDIP Buka Peluang Kerja Sama dengan Partai Konservatif Inggris
(MI/PIUS ERLANGGA)

SEKRETARIS Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menerima kunjungan dari partai conservatif Inggris dan partai liberal Australia di kantor DPP PDIP, Jakarta, Selasa (19/2). Pihaknya membuka peluang kerja sama dengan partai-partai lain di luar negeri untuk memperluas wawasan seluruh kader-kader PDIP.

Delegasi tersebut terdiri atas Sir Simon Burns, Nick De Bois, dan Dr Carlotta Redy dari Conservative Party (Kerajaan Inggris) dengan didampingi Dr Stephen Sherlock dan Ian Hanke.

Baca juga: Usai Pemeriksaan, Sekda Papua Tidak Ditahan

"Kerja samanya nanti lebih kepada menerima kunjungan antara partai konservatif dan liberal dengan PDIP sekaligus mendorong para kepala daerah yang dimenangkan PDIP untuk kerja sama dengan kedua partai tersebut," tutur Hasto.

Bentuknya dapat berupa saling berbalas kunjungan, saling tukar pikiran, dan saling mendukung dalam pengembangan demokrasi. Kerja sama ini menurutnya sekaligus mendukung hubungan bilateral antar kedua negara dengan tidak terbatas kepada hubungan antar negara tetapi juga hubungan antar partai.

Hasto mengungkapkan, dalam diskusi yang dilakukan para delegasi juga membahas terkait pemilu yang akan dilakukan di Indonesia. Misalnya, bagaimana situasi di akar rumput, dan situasi lainnya mengingat ini merupakan pemilu serentak yang dilakukan Indonesia.

"Kami pastikan semua akan berjalan dengan baik aman damai dan mencoba untuk berjuang meningkatkan kualitas demokrasi di Indonesia," tutur Hasto.

Indonesia menurut mereka unik karena berlandaskan Pancasila. Hasto juga menerangkan dengan adanya sekolah partai dan melatih manajer manajer kampanye berdampak kepada penurunan biaya politik.

Baca juga: PDIP: Prabowo Ibarat Menepuk Air Didulang Terpercik Muka Sendiri

Dalam kesempatan yang sama, Politisi Partai Demokrasi Perjuangan (PDIP) Budiman Sudjatmiko pun menjelaskan isu brexit juga menjadi salah satu isu yang dibahas dalam pertemuan tersebut. Budiman berharap dengan belajar dari peristiwa tersebut akan dapat mencegah hal yang sama terjadi di Indonesia.

"Ketika terjadi Referendum Brexit dan kita tahu ada banyak kehebohan yang kami dari PDIP menangkap bahwa kehebohan yang sama dalam bentuk hoaks dan sindiran dusta yang dulu dialami di Inggris ada masa Referendum Brexit juga dengan cara yang hampir sama kita rasakan kehadirannya, dalam politik Indonesia kali ini," tutur Budiman. (OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya