Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MANTAN Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Muhammad Zainul Majdi atau lebih dikenal dengan sapaan Tuan Guru Bajang (TGB) meminta masyarakat untuk tidak menjadikan kontestasi pemilu presiden (pilpres) sebagai ajang perang. Hal itu dinilai bisa memicu konflik yang berujung fitnah.
“Pilpres itu bukan Armagedon, bukan perang badar. Ini ajang untuk menghasilkan pemimpin yang baik,” kata TGB dalam diskusi Gerakan Menangkal Fitnah di Posko Cemara, Menteng, Jakarta, Kamis (7/2).
Ia menjelaskan, saat kontestasi pilpres merupakan perang dua kubu, hal yang akan timbul justru perpecahan. Ruang publik, kata TGB, akan diisi oleh fitnah atau hoaks untuk menyerang lawan politik demi kepentinhan elektoral.
“Ketika kita hoaks muncul ke ruang publik dampaknya akan panjang. Akan sulit mendukung pemimpin yang terpilih nanti. Islam mengajarkan kita untuk menjaga persaudaraan,” tegasnya.
TGB menyayangkan banyak hoaks yang muncul selama masa kampanye pilpres kali ini khususnya yang menyerang presiden Joko Widodo (Jokowi). Lagi-lagi, kata TGB, hoaks yang muncul menyebut Jokowi sebagai orang yang anti islam.
Padahal, dari silsilah keluarga, TGB menyebut Jokowi dilahirkan dari kalangan keluarga muslim.
“Saya sempat berinteraksi dengan guru yng mengajar di keluarga beliau. Itu mengokohkan kalau beliau adalah muslim, keluarga muslim,” kata Politikus Partai Golkar itu.
Ia mengajak masyarakat untuk menjadikan kontestasi pilpres ini untuk memilih pemimpin berdasarkan visi-misi serta gagasan yang dimiliki.
“Mari kita memaknakan sebenarnya ajang suatu bangsa memilih pemimpin berdasarkan visi misi dan program. Istilah islam itu ajang untuk Fastabiqul khairat, ajang kebaikan yang seharusnya berjalan dengan kegembiraan,” tegasnya. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved