Indeks Persepsi Korupsi RI Naik Jadi 38

Dero Iqbal Mahendra
30/1/2019 08:15
Indeks Persepsi Korupsi RI Naik Jadi 38
(ANTARA FOTO/Reno Esnir)

SETELAH stagnan di angka 37 pada 2016 dan 2017, skor indeks persepsi korupsi atau corruption perceptions index (CPI) Indonesia pada 2018 naik satu poin menjadi 38. Peringkat Indonesia juga naik 7 poin ke posisi ke-89 dari 180 negara.

"Skor CPI Indonesia untuk 2018 sebesar 38 dari skala 0-100 dan berada di rangking 89 secara global," tutur Manajer Riset Transparency International Indonesia (TII) Wawan Suyatmiko dalam paparannya di Gedung KPK, Jakarta, kemarin.

Untuk tingkat ASEAN, Indonesia berada di peringkat keempat di bawah Singapura (skor 85), Brunei Darussalam (63), dan Malaysia (47).

"Skor Singapura naik (ketimbang tahun lalu), Brunei naik, Malaysia stagnan, Indonesia naik, Filipina naik, Thailand turun 1 poin, Timor Leste turun 3 poin," ungkap Wawan.

Ia pun menjelaskan terdapat dua sumber data yang menyumbang kenaikan CPI Indonesia di 2018, yakni global insight country risk ratings dan political and economy risk consultancy.

Sementara itu, lima dari sembilan indeks mengalami stagnasi, yaitu world economic forum, political risk service, bertelsmann transformation index, economist intellegence unit country ratings, dan world justice project-rule of law index. Dua sumber data mengalami penurunan, yakni IMD world competitiveness yearbook dan varieties of democracy.

"Peningkatan terbesar dikontribusikan global insight ratings dengan peningkatan sebesar 12 poin dari tahun sebelumnya. Kenaikan tersebut dipicu lahirnya sejumlah paket kebijakan kemudahan berusaha dan sektor perizinan yang ramah investasi. Adapun penurunan terbesar dikontribusikan pada IMD world competitiveness dengan penurunan sebesar 3 poin. Penurunan tersebut dipicu semakin maraknya praktik korupsi dalam sistem politik di Indonesia, khususnya dalam relasi pebisnis dan politisi," ujar Wawan.

Wakil Ketua KPK Laode M Syarif mengatakan sebenarnya pihaknya berharap CPI Indonesia bisa mencapai skor lebih baik lagi. "Enggak kecewa-kecewa amat, tapi kita berharap lebih banyak meningkatnya. Tapi alhamdulillah hari ini kita naik 1, dan peringkatnya naik lumayan signifikan sampai tujuh peringkat," katanya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pengurus TII Felia Salim mengemukakan kondisi penanganan korupsi secara global saat ini mengalami penurunan akibat kegagalan dalam pemberantasan korupsi.

"Lebih dari dua pertiga negara mencatatkan skor CPI di bawah 50 poin, dengan nilai rata rata hanya di angka 43 poin. Setidaknya ada 16 negara yang mengalami penurunan, seperti Australia, Hongaria, dan Turki," ujarnya.(Dro/X-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Riky Wismiron
Berita Lainnya