Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Umum PBNU Said Aqil sempat menyebut bahwa imam masjid hingga khatib harus dari NU. Pernyataan Said tersebut mendapat beragam respons.
Anggota Komisi VIII DPR dari Partai Gerindra, Sodik Mudjahid, mengatakan pernyataan Said Aqil tersebut bisa menyebabkan antipati masyarakat pada NU. Menurutnya, pernyataan itu mestinya tidak keluar dari diri Said Aqil yang selama ini terkenal pluralis. "Pak Said Aqil kan selama ini terkenal pluralis, tapi kenapa bisa keluar pernyataan seperti itu," ujar Sodik, ketika dihubungi, Selasa (29/1).
Baca juga: Soal Indonesia Barokah, Polisi Tunggu Rekomendasi Dewan Pers
Meski menimbulkan banyak respons di masyarakat, Sodik mengatakan, belum ada pembahasan mengenai hal itu di komisi VIII DPR yang membawahi perihal keagamaan. Sejauh ini, tidak ada rencana darinya atau komisi VIII untuk sengaja memanggil Said Aqil untuk mengklarifikasi masalah tersebut. "Komisi VIII rasanya tidak perlu memanggil dia. Itu biar oleh MUI atau oleh Menteri Agama," ujar Sodik.
Sementara itu, anggota Komisi III DPR Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Arsul Sani, meyakini apa yang disampaikan Said Aqil bukan sesuatu yang serius. Melainkan hanya sebuah metafora dan bagian dari humor.
Ia mengatakan, gaya berdakwah yang penuh metafora dan humor memang sudah menjadi salah satu ciri khas NU, baik ulama atau jemaahnya sudah memahami maksud dan kebiasaan tersebut dengan baik. "NU itu penuh dengan metafora dan humor," ujar Arsul.
Ia berharap masyarakat tidak merespons hal tersebut dengan terlalu serius. Respons berlebihan, kata dia, hanya akan menimbulkan perdebatan dan kegaduhan.
Seperti diketahui, sebelumnya Said Aqil berbicara mengenai imam dan khatib harus dari NU dalam acara peringatan hari lahir ke-73 Muslimat NU di Gelora Bung Karno (GBK), Minggu (27/1).
"Agar berperan di tengah-tengah masyarakat. Peran apa? Peran syuhudan diniyan, peran agama. Harus kita pegang. Imam masjid, khatib-khatib, KUA-KUA, Pak Menteri Agama, harus dari NU, kalau dipegang selain NU salah semua," ujar Said Aqil. (OL-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved