Sampaikan Kritik Dengan Data, Bukan Asumsi

Ardi Teristi Hardi
29/1/2019 19:25
Sampaikan Kritik Dengan Data, Bukan Asumsi
(MI/ROMMY PUJIANTO)

CUITAN soal rencana utang pemerintah di laman media sosial mantan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Rizal Ramli menuai polemik.

Hal itu karena data rencana utang yang dssebutkannya ternyata data yang salah. kesalahan data tersebut dibongkar oleh Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian keuangan Nufransa Wirasakti.

Melihat fenomena tersebut, mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Syafii Maarif mengingatkan, kritik harus didasarkan pada data.

Syafii menegaskan, kritik merupakan elemen penting dalam menjalankan roda pemerintahan. Namun, data yang disajikan harus valid. Pemerintah pun mesti menjawab kritik dengan data.

baca juga : Kemenkeu Sebut Rizal Ramli Ngawur Soal Utang US$2 Miliar

"Kritik itu penting agar pemerintahan tidak merasa benar sendiri asal disampaikan dengan data, dengan fakta, tidak dengan asumsi," kata Syafii kepada Media Indonesia, Selasa (29/1) sore.

Setiap kritik yang dilontarkan terhadap pemerintah, lanjut Syafii, juga harus dihargai bila berdasarkan data yang bisa dipertanggungjawabkan.

"Pihak pemerintah juga harus menjawab itu (kritik) dengan data, tidak dengan asumsi," tandasnya. (OL-8)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ghani Nurcahyadi
Berita Lainnya