DAENG Koro alias Sabar Subagyo, pemimpin kelompok teroris Poso, Sulawesi Tengah, yang paling diburu, tewas dalam kontak senjata dengan Satgas Antiteror Polri di pegunungan Desa Sakina Jaya, kecamatan Parigi Utara, Kabupaten Parimo, Sulawesi Tengah, pada Jumat (3/4) petang.
Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Komisaris Besar Rikwanto mengatakan Daeng Koro merupakan pemimpin Mujahidin Indonesia Timur (MIT) paling dicari selain Santoso.
"Namun, untuk benar memastikannya, akan dilakukan tes DNA," ujarnya di Jakarta, kemarin.
Kontak senjata terjadi antara Satgas Antiteror Polri yang merupakan gabungan tim Polda Sulawesi Tengah dan Detasemen 88 Antiteror dengan 12 orang tak dikenal.
Daeng Koro dikenal sebagai ahli strategi MIT.
Ia menyiapkan pelatihan militer bagi para teroris di Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat.
Ia juga melakukan pengadaan senjata untuk MIT serta menjadi penghubung antara MIT dan kelompok teroris di Makassar.
Hal tersebut terungkap melalui investigasi polisi dan hasil pemeriksaan para tersangka teroris yang sudah ditangkap.
"Ia juga menggagas penembakan warga di Masani, Poso," kata Rikwanto.
Koro pun aktor merupakan intelektual dalam pembunuhan dua polisi, yakni Briptu Andi Sapa dan Brigadir Sudirman, di Tamanjeka, Poso, tiga tahun lalu.
Di samping itu, ia terlibat langsung saat penghadangan dan penembakan anggota Brimob di Kalora, Poso.
"Selain itu, Daeng merupakan perakit dan eksekutor bom di Patangolemba, Poso. Pernah juga kontak senjata dengan polisi di Gunung Gayatri, Desa Maranda, Poso."
Di Sulawesi Tengah, Tim Indonesian Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) Polda Sulawesi Tengah langsung melakukan olah TKP pascabaku tembak dan menyita sejumlah barang bukti.
Kapolres Parigi Moutong Ajun Komisaris Besar Novia Jaya mengatakan pengejaran masih dilakukan.
"Penyisiran dimulai dari TKP, terus menyebar ke titik yang telah dipetakan sebagai lokasi pengejaran," tegasnya.