Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Muslimat Nahdatul Ulama sekaligus Gubernur Terpilih Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyadari adanya suasana yang cukup mengkhawatirkan terkait semakin membesarnya hoax dan ujaran kebencian. Untuk itu bertepatan dengan Harlah 73 Muslimat NU pihaknya akan sekaligus mendeklarasikan laskar anti hoax dan ujaran kebencian.
"Besok pada Harlah kita akan mendeklarasi laskar muslimat anti hoax dan anti ujaran kebencian. Apa yang ingin dilakukan muslimat adalah membangun positif thinking diantara seluruh warga bangsa serta hindari negatif thinking antara warga bangsa," tutur Khofifah dalam konferensi persnya di Stadion GKB Jakarta, Jumat (25/1).
Khofifah meyakini bahwa hal tersebut harus dilakukan guna mencegah dan menghindari berbagai hoax dan ujaran kebencian yang semakin hari semakin intens. Menurutnya Muslimat NU akan dapat menerapkan nilai nilai tersebut secara efektif di masyarakat.
Dirinya menginginkan seluruh ustazah muslimat, mubalighoh muslimat, bunyai muslimat serta 59600 lebih majelis taklim akan dapat menjadi speaker bersama dalam memerangi hoax dan ujaran kebencian. Mereka menurut Khofifah akan mengajak masyarakat untuk berprasangka baik, jika ada sesuatu yang mereka pertanyakan maka klarifikasi lah agar tidak mudah menshare sesuatu yang belum mereka klarifikasikan.
Menurutnya sebagaimana deklarasi serupa oleh Muslimat NU 3 tahun lalu tentang laskar anti narkoba, deklarasi kali ini pun akan dijalani oleh seluruh lingkungan muslimat NU yang ada di seluruh level di Indonesia sebagai suatu SOP bersama.
"Ini juga sama agar ada kewapadaaan kita bersama. Hal hal yang terkait dengan meluasnya hoax atau ujaran kebencian akan berakibat kepada disintegrasi bangsa dan terganggunya persatuan kita, ini kita catat sebagai bagian dari tanggungjawab Muslimat NU," terang Khofifah.
Menurutnya keseharian NU sebetulnya ada di muslimat NU, dengan pengajian pengajian muslimat yang tidak hanya menunggu hari hari besar islam tetapi hampir setiap hari di beberapa titik di Kabupaten Kota selalu ada pengajian Muslimat sehingga akan efektif dalam menjalankan nilai nilai berfikir positif dan mengklarifikasi berbagai informasi.
Selain itu saat ini Muslimat NU memang terus melakukan literasi digital agar setiap orang tercerahkan dan dapat menseleksi mana yang harus segera mereka hapus, mana yang harus ditelaah terlebih dahulu dan mana yang bisa langsung di share di grup mereka.
Sebagaimana diketahui pada tanggal 27 Januari besok Muslimat NU akan melangsungkan Harlah 73 Tahun Muslimat NU di Stadion Utama GBK Jakarta. Kegiatan tersebut rencananya akan dihadiri oleh lebih dari 100 ribu peserta dari seluruh Indonesia dan luar negeri.
Khofifah mengungkapkan kegiatan ini memang pertama kali diselenggarakan di GBK Jakarta sejak 73 tahun Muslimat NU. Acara ini nantinya memang akan dihadiri oleh Presiden Joko Widodo pada pukul 07.00 pagi.
Acara Harlah 73 Tahun Muslimat NU ini rencananya memang akan dimulai pada tanggal 27 Januari tengah malam dengan peserta yang sudah tiba di areaa GBK sekitar 26 Januari malam. Acara akan dimulai dengan salah tahajud dan salat istighosah dan salat subuh bersama, serta juga khataman Al-Qur'an bersama yang dilakukan di seluruh Indonesia pada waktu yang sama.
Acara nantinya akan di isi oleh tausiah dari Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj, maupun sejumlah habib yang akan memimpin sholawat seperti habib Anis Shahab dan majelis Sholawat Baitul Musthofa, juga Kyai Asep dari Jawa Timur. Selain itu juga ada Habib Hadad Alwi yang juga akan menandungkan hits nya yang berjudul 'Ummi' serta penyanyi ternama Tompi yang juga akan ikut bershalawat. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved