Semangat Kebersamaan dan Kesederhanaan Di HUT 73 Muslimat NU

Dero Iqbal Mahendra
25/1/2019 21:44
Semangat Kebersamaan dan Kesederhanaan Di HUT 73 Muslimat NU
(ANTARA)

MUSLIMAT Nahdlatul Ulama akan memperingati hari jadinya ke-73, Minggu (27/1) di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Ketua Muslimat NU sekaligus Gubernur Terpilih Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan, kegiatan tersebut rencananya akan dihadiri oleh lebih dari 100 ribu peserta dari seluruh Indonesia dan luar negeri.

Khofifah mengatakan kegiatan ini memang pertama kali diselenggarakan di GBK Jakarta sejak 73 tahun Muslimat NU berdiri.

Uniknya sebagaimana undangan kepada para pesertanya para peserta datang dengan kantongnya sendiri termasuk akomodasi dan makan mereka selama berada di Jakarta.

"Sebagaimana undangan kamii, pokoknya transport sendiri, akomodasi sendiri, konsumsi sendiri semua sendiri itu yang kami sampaikan kepda masing masing peserta dari seluruh daerah se Indonesia," jelas Khofifah dalam konferensi persnya di Stadion GBK Jakarta, Jumat (25/1).

Dirinya menjelaskan mekanisme tersebut memang sudah sejak lama diterapkan pada setiap kegiatan Harlah Muslimat NU.

Baca juga : Indonesia Beruntung Punya Pancasila

Para peserta secara sukarela urunan sejumlah uang untuk menyewa transportasi dan juga membawa bekalnya sendiri ke Jakarta dan membawa sendiri berbagai keperluan mereka selama kegiatan.

Dalam kesempatan yang sama Direktur Wahid Foundation, Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid atau dikenal dengan Yenny Wahid yang juga menjadi Ketua Panitia dari Harlah 73 Tahun Muslimat NU mengemukakan bahwa suasana yang dibangun adalah suasana kebersamaan dan kesederhanaan dan hal tersebut dilakukan dari kesadaran para peserta Muslimat NU.

"Peserta semuanya datang dengan saweran maupun patungan untuk akomodasi ke acara ini serta membawa keperluannya sendiri, bawa makan sendiri, bawa payung dan keperluan lainnya. Jadi betul betul suasana yang terbangun adalah suasana kebersamaan dan kesederhanaan. Walaupun ini acara ormas tetapi suasananya adalah suasana kerakyatan," jelas Yenni.

PP Muslimat Nahdatul Ulama menurutnya ingin menghadirkan energi spiritual yang menyejukkan ditengah suasana bangsa yang saat ini penuh dengan suasana panas dan ketegangan.

Perempuan punya kekuatan yang besar dalam mengubah dinamika ditengah masyarakat, salah satunya dengan energi doa.

Ia pun menjelaskan acara ini mendapatkan berbagai dukungan dari berbagai pihak.

Misalnya saja nantinya untuk makanan banyak berasal dari kontrubusi ibu-ibu binaan yang berada di kampung kampung sekitar Jakarta yang akan menyumbangkan masakannya.

Acara ini nantinya akan menjadi acara yang betul betul sederhana dan khidmat dengan kolaborasi bersama.

"Acara ini semuanya gratis, dan kita berterimakasih karena acara ini merupakan acara yang mendapat banyak sekali dukungan dari berbagai pihak dengan kolaborasi dari masyarakat, luar biasa sekali," tutur Yenni.

Pada acara ini nantinya memang akan dihadiri oleh Presiden Joko Widodo pada pukul 07.00 pagi.

Meski begitu Yenni menekankan bahwa acara ini murni acara ormas keagamaan sehingga tidak ada unsur politis di dalamnya.

Satu satu unsur politik yang dibawa dalam acara itu hanyalah unsur politik kebangsaan yang dalam arti keinginan untuk mendoakan agar bangsa ini menjadi selamat dan maju kedepannya.

Oleh sebab itu acara ini menurutnya terbuka untuk umum apapun afiliasi politiknya, siapa pun boleh bergabung selama memiliki niatan untuk mendoakan keselamatan bangsa kedepannya.

"Kami juga mengundang seluruh masyarakat Indonesia untuk bergabung bersama dengan kita semua, semua yang punya niatan tulis untuk berdoa bagi keselamatan bangsa, yang punya keinginan agar bangsa ini tetap bersatu, kami undang semua untuk hadir," ujar Yenni.

Acara Harlah 73 Tahun Muslimat NU ini rencananya memang akan dimulai pada tanggal 27 Januari tengah malam dengan peserta yang sudah tiba di areaa GBK sekitar 26 Januari malam.

 Acara akan dimulai dengan salat tahajud, istighosah, dan salat subuh bersama, serta juga khataman Al-Qur'an bersama yang dilakukan di seluruh Indonesia pada waktu yang sama.

Acara nantinya akan di isi oleh tausiah dari Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj, maupun sejumlah habib yang akan memimpin sholawat seperti habib Anis Shahab dan majelis Sholawat Baitul Musthofa, juga Kyai Asep dari Jawa Timur.

Selain itu juga ada Habib Hadad Alwi yang juga akan menandungkan hits nya yang berjudul 'Ummi' serta penyanyi ternama Tompi yang juga akan ikut bershalawat. (OL-8)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ghani Nurcahyadi
Berita Lainnya