Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA KPU RI Arief Budiman mengatakan format debat kedua Pemilihan Presiden 2019 untuk sementara tak akan berbeda jauh dengan format debat perdana. Meski demikian pihaknya saat ini tengah merancang terkait adanya satu segmen khusus bagi kedua kandidat capres saat pelaksanaan debat nanti.
Segmen tersebut nantinya akan menampilkan debat secara terbuka yakni para paslon dapat saling bertanya dan menyanggahi setiap pertanyaan yang diajukan setiap paslon dengan durasi yang lebih lama. Meski demikian, hal tersebut masih belum diputuskan secara resmi dan masih dirancang terkait mekanismenya.
"Ya udah pokoknya segmen itu misalnya 10 menit atau 15 menit ya udah berdialog selama itu. Kemungkinan ada di sesi debatnya, kita belum matangkan, saya masih minta temen-temen media mengatur rundown nya seperti apa, jadi saya masih minta direvisi tadi," ungkapnya saat ditemui di Kantor KPU, Jakarta, Jumat (24/1).
Ia menuturkan adanya segmen tersebut dipertimbangkan agar gelaran debat dapat lebih menarik. Meski demikian hal tersebut masih belum diputuskan oleh pihaknya.
"Supaya lebih greget, jauh lebih debat, kemarin sudah kita bikin debat mulai segmen 2 sampai 5 itu debat semua saling bertanya saling menanggapi. sekarang kita bikin yang lebih greget lagi," ungkapnya
Areif juga menuturkan sementara saat ini jumlah calon panelis yang nantinya akan membuat pertanyaan dalam debat kedua berjumlah delapan orang. Namun, dirinya masih belum mau menyebutkan nama-nama calon panelis tersebut.
Ia hanya menuturkan bahwa calon panelis terebut berasal dari ranah akademisi dan aktif yang memiliki kompetensi yang sama dengan tema debat kedua nanti.
"Ada akademisi dari Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Institut Pertanian Bogor, Universitas Diponegoro, Universitas Gajah Mada, Universitas Airlangga dan Walhi," ungkapnya.
Nantinya nama-nama tersebut akan diberitahukan ke tim kampanye paslon dengan maksud untuk memberikan masukan salah satunya terkait aspek rekam jejak.
Adanya rencana segmen debat bebas tersebut pun ditanggapi oleh kedua tim kampanye kandidat paslon. Direktur Program Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin Aria Bima menuturkan format tersebut dapat membuat debat menjadi lebih cair. Meski demikian, jika format ini diputusakan maka peran moderator dalam mengatur lalu lintas segmen tersebut amatlah penting.
"Ya itu moderator nanti. Moderator akan mengalihkan kepada yang lain, tapi kecanggihan moderator itu mungkin kalau kemampuan satunya bisa menjawab akan lebih punya makna debat lah," ungkapnya.
Sementara Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Priyo Budi Santoso menuturkan hal tersebut dapat digunakan oleh para paslon dalam mengeluarkan gagasan-gagasan originalnya.
"Maka setiap kandidat bisa menguliti gagasan pesaingnya. Sehingga, rakyat bisa mengetahui visi misi calon pemimpinnya secara menyeluruh," paparnya," ungkapnya.
Sebagai informasi, debat kedua pilpres dijadwalkan akan digelar di Hotel Sultan, Jakarta pada 17 Februari 2019. Debat kedua nanti akan berformat debat antar kandidat capres yakni Joko Widodo dan Prabowo Subianto. Untuk tema yang nantinya akan dibahas dalam debat kedua ini ialah terkait energi dan pangan, SDA dan lingkungan hidup serta infrastruktur. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved