Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Nahdlatul Ulama merasa prihatin dan gelisah terhadap fenomena yang belakangan berkembang mengenai pertengangan antara negara dengan agama. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Robikin Emhas saat berkunjung ke kantor Media Group, Kedoya, Jakarta Barat, Kamis (24/1).
"Dua hal yang saya kira tidak perlu dipertentangkan, yaitu antara agama dan negara. NU memandang bahwa kedua hal itu bisa harmonis hubungannya. Maka tidak perlu lagi ada ngomongan bahwa Indonesia Ini negara kafir, pemerintah yang thaghut,"ungkap Robikin.
Kemudian ia mengatakan bahwa salah satu tokoh yang berhasil mengharmonisasikan antara agama dengan negara ialah Hasyim Asy'ari yang mengeluarkan jargon 'nasionalis itu bagian dari agama'.
"Nah dengan begitu maka tidak perlu lagi ngomong yang menyesatkan itu. Cara memahami agama seperti itu tidak tepat. Tapi belakangan lucu, karena ada yang berani mengatakan Indonesia bukan hanya negara kafir tetapi ada yang bilang Indonesia adalah kawasan perang,"katanya.
"Perangnya dimana? Di media sosial, saya kira masyarakat harus tahu kalau ini terus dikembangkan dan kemudian ada pemicunya, tidak mustahil peristiwa yang ada di Suriah dan negara Timur Tengah lain itu bisa terjadi disini,"tambahnya.
Seringkali juga, kata Robikin, orang bicara Islam tapi hanya untuk mengambil bagian ayat tertentu dalam kitab Al-quran, misalnya pada ayat mengenai perang.
"Enggak cocok ayat perang di gabungkan di wilayah yang damai, karena berdasarkan ayat sepotong itu. Sementara ayat yang lain luar biasa banyak. NU percaya bahwa yang paling hebat ialah bangsa yang masyarakatnya harmonis dan kemudian berdasarkan ekonomi maju dan pendidikan sedang hebat," ucapnya
Oleh karena keprihatinan tersebut, pihaknya merencenakan musyawarah besar alim ulama atau yang popular disebut konferensi besar NU itu berlangsung di Tasikmalaya dengan dihadiri Presiden Jokowi dan wakil presiden Jusuf Kalla.
"Kegiatan dimulai pada 27 Januari kegiatan harlah muslimat NU. Tanggal 31 Januari juga diadakan kegaiatan dimana bertepatan dengan lahirnya NU yang ke-93, diadakan di JCC dengan kehadiran peserta seluruh pengurus wilayah cabang NU," kata Robikinnya.
"Nah malamnya juga selain di JCC acara serupa tasyakurannya dimasjid Hasyim Asy'ari Jakarta, berikutnya nanti ada kegiatan nasional tanggal 27 februari hingga 1 maret. Karena Ini acaranya di Tasikmalaya, Jawa Barat menghadirkan seluruh pengurus ranting NU di tingkat desa atau kelurahan,"tutupnya. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved