Jokowi Borong Sabun Cuci Rp2 M, KSP: Dipastikan Pakai Dana Pribadi

Dheri Agriesta
22/1/2019 20:45
Jokowi Borong Sabun Cuci Rp2 M, KSP: Dipastikan Pakai Dana Pribadi
(MI/ADI KRISTIADI )

AKSI Presiden Joko Widodo memborong 100 ribu botol sabun cuci milik kelompok usaha binaan program keluarga harapan di Garut diprotes sejumlah pihak. Sebab untuk hal tersebut Jokowi menghabiskan uang hingga Rp2 miliar.
 
Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin menanggapi sindiran tersebut. Ia menjelaskan uang sebanyak itu tidak seberapa buat Kepala Negara.

Baca juga: Di Depan Presiden, Nelayan Keluhkan Soal Cantrang Hingga Stabilitas Harga Ikan

"InsyaAllah saya pastikan, dana sebesar itu pasti presiden memiliki dana pribadi," kata Ngabalin di Kompleks Istana Kepresidenan, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa (22/1).

Ngabalin menyebut aksi Jokowi bukan tanpa maksud. Orang nomor satu di tanah air itu berniat mendorong kelompok usaha binaan program keluarga harapan. Apalagi, produsen sabun cuci itu mengetahui cara membuat sabun melalui internet. Mereka pun baru memulai usaha sejak dua bulan lalu.

Ia menyayangkan sejumlah pihak yang menyerang aksi presiden. Ngabalin menilai seharusnya tindakan kepala negara diapresiasi. "Masa sih dengan cara begitu presiden memberikan motivasi jualan, kok ujungnya nyerang pribadi," pungkas Ngabalin.

Seperti diketahui Presiden Joko Widodo memborong 100 ribu botol sabun cuci milik Kelompok Usaha Bersama Padawangi binaan Program Keluarga Harapan (KUBE PKH) di Desa Padahurip, Banjarwangi, Garut, Jawa Barat. Jokowi merogoh kocek Rp2 miliar untuk membeli ratusan ribu botol itu.

"Saya mau beli 100 ribu botol bisa enggak?," ujar Jokowi kepada Eli Liawati, Ketua Kelompok Kube PKH Padawangi di Garut, Jawa Barat, Sabtu, 19 Januari 2019.

Sontak Eli kaget dan memastikan kembali ucapan Presiden. Jokowi kemudian memberikan uang muka atau down payment (DP) sebesar Rp10 juta sebagai tanda keseriusannya. (Medcom.id/OL-6)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya