Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
TERPIDANA kasus terorisme Abu Bakar Ba'asyir yang saat ini berada di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Gunung Sindur, secara resmi dinyatakan bebas atau dibebaskan, Jumat (18/1).
Namun demikian, Ba'asyir tidak langsung keluar dari penjara Lapas Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, hari ini. Dengan alasan ada beberapa yang harus diurus, Ba'asyir baru akan keluar tiga hingga lima hari ke depan.
"Beliau, Abu Bakar Ba'asyir dibebaskan murni atau tanpa syarat-syarat. Minggu depan sudah pasti keluar. Artinya kan memang sudah 2/3 mas hukuman, sudah harus dibebaskan dan tidak dibebani syarat-syarat yang membebani beliau," jelas Yusril Ihza Mahendra, kuasa hukum pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Jokowi-Ma'ruf Amin, di Lapas Gunung Sindur, hari ini.
Tadi dalam pertemuan, lanjut Yusril, Abu Bakar Ba'asyir meminta waktu antara 3-5 hari lagi. Katanya, supaya dia bisa membereskan barang-barangnya yang ada di Lapas ini untuk dibawa pulang.
"Kami katakan, kami tidak keberatan apa-apa. Awal minggu depan ini, proses administrasinya sudah diselesaikan oleh kalapas. Dan juga ada pengacara pak Abu Bakar Ba'asyir yang diserahin tugas untuk menyelesaikan administrasinya,"ungkap Yusril.
Sekeluarnya dari penjara, Ba'asyir rencananya akan pulang kampung ke Solo. Ba'asyir, kata Yusril, sudah setuju untuk kembali ke kampung halaman fi Solo dan tinggal di rumah anak bungsunya Abdul Rohim.
"Beliau mengatakan, saya sudah ujur pak Yusril, jadi saya ingin dekat dengan keluarga. Kalaupun saya tidak bisa lagi jalan jauh-jauh, tidak apa-apa. Saya di rumah saja. Saya tidak juga banyak terima tamu juga enggak apa-apa, di rumah saja, istirahat seperti yang diinginkan. Semua itu, kita sepakati. Jadi engga akan ada seperti beliau ada di tahanan. Engga sama sekali,"jelas Yusril.
Anak bungsu Ba'asyir Abdul Rohim, saat kunjungan Yusril yang ditugaskan Presiden Jokowi itu pun hadir di Lapas Gunung Sindur.
Abdul Rohim mengatakan, pihaknya bersyukur atas apa yang diberikan pada ayahnya Ba'asyir. Bahkan dia berucap, apa yang terjadi hari itu adalah sebuah kenikmatan yang luar biasa.
"Ini nikmat yang besar, dibebaskan beliau dari penjara ini. Dan ini merupakan hal yang wajib kita syukuri,"kata Abdul Rohim.
Mengatas namakan keluarga, pada kesempatan itu, Abdul Rohim menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pihak-pihak yang terlibat dalam pembebasan ayahnya.
"Atas nama keluarga juga, kami berterimakasih kepada siapapun yang terlibat, dalam upaya kami untuk memperjuangkan membeaskan beliau, memperjuangkan hak-hak beliau selama ini. Kami ucapkan terimakasih, khususnya pada Pak Yusril atas upaya dan usahanya selama ini. Semoga Allah SWT, membalas kebaikan ini, di dunia maupun diakhirat. Mudah-mudahan Allah SWT menjadikan ini sebagai amal soleh bagi siapa pun yang terlibat di manapun dan apapun peran yang sudah dilakukan. Itu mungkin dari kami atas nama keluarga,"ungkapnya.
Abdul mengatakan, untuk selanjutnya, Ba'asyir akan tinggal bersamanya di rumahnya. " Insyaalah beliau kalau sudah bebas. Kebetulan beliau tinggal di tempat kami di pesantren Nguruki,"ujarnya.
Dia juga mengatakan, untuk pihaknya juga tidak akan membatasi aktivitas dari ayahnya setelah kembali ke rumah. Alasannya, karena pembebasan murni.
"Tidak ada pembatasan karena ini sudah bebas murni. Artinya beliau sudah kembali sebagai warga biasa, tidak akan ada pembebasan lagi.
"Untuk aktifitas ceramah, Insya Allah. Cuma memang karena kondisi kesehatan beliau tidak seperti dahulu. Mungkin nanti tabligh dan sebagainya akan sangat terbatas. Karena kesehatan dan fisiknya yang tidak memungkinkan seperti dahulu lagi,"pungkasnya.
Untuk kepulangannya nanti, Ba'asyir akan dijemput langsung oleh pihak keluarga.(OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved