PPP akan Lemah ketika Terbelah

MI
04/4/2015 00:00
PPP akan Lemah ketika Terbelah
(ANTARA/M Agung Rajasa)
MANTAN Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Hamzah Haz meminta salah satu dari dua kubu yang ada di PPP saat ini, yakni kubu Ketua Umum Romahurmuziy dan Ketua Umum Djan Faridz, mengambil jalan islah. Langkah itu penting untuk menyudahi perseteruan dan membuat PPP kembali menjadi partai besar.

"Salah satu kubu harus mengalah gitu. Mengalah kan penting supaya PPP besar lagi. Kalau kedua pihak terus berkonflik, PPP akan jadi kecil," kata Hamzah saat hendak menjenguk tersangka korupsi jual beli gas cair Bangkalan yang merupakan besannya, Fuad Amin Imron, di Rutan Komisi Pemberantasan Korupsi pada Kamis (2/4).

Hamzah mengatakan dirinya sudah berupaya menengahi kedua kubu yang masih berebut posisi di partai berlambang Kabah itu. Namun, kedua kubu saling menganggap pihaknya yang paling benar dan berhak memimpin PPP. Karena itu, Hamzah menyerahkan penyelesaian konflik partai melalui jalur hukum seperti yang sedang berjalan saat ini.

"Saya sudah berusaha menengahi, meskipun tetap kondisi ini tidak berubah dan masing-masing saling ber-keras. Maka, saya serahkan hal ini pada proses hukum yang berjalan. Bagaimana finalnya nanti di pengadilan," ujarnya.

Ia menekankan, semua pihak nantinya harus menerima putusan pengadilan dan kembali bersatu untuk membangun PPP.

Mengenai proses hak angket terkait dengan kepengurusan PPP dan Golkar yang berlangsung di DPR, Hamzah menilai hal itu harus dihormati. "Tetapi dari segi keefektifan bagi bangsa, saya melihat langkah ini membuang energi dan hasilnya tidak maksimal.

"Sementara itu, nasib hak angket sendiri akan diputuskan pada Rapat Paripurna DPR yang akan berlangsung pada Selasa (7/4) mendatang. Ketua Komisi III DPR Aziz Syamsuddin mengatakan, jika usulan hak angket tersebut didukung minimal dua pertiga dari 560 anggota DPR, prosesnya bisa diteruskan.

"Usulan hak angket ini dapat dilanjutkan atau tidak akan dibahas dan diputuskan pada rapat paripurna mendatang," kata Aziz.      (Cah/Ant/J-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Admin
Berita Lainnya