TNI Dukung Tugas Ditjen Bea dan Cukai Berantas Kegiatan Ilegal

Golda Eksa
15/1/2019 22:21
TNI Dukung Tugas Ditjen Bea dan Cukai Berantas Kegiatan Ilegal
(MI/ Hendri Kremer Kemek )

OPERASI pengamanan bersama yang dilakukan TNI dan Polri di wilayah timur Sumatera, seperti Aceh, Medan, dan Batam, bertujuan untuk membantu pelaksanaan tugas Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, khususnya dalam memberantas pelbagai kegiatan ilegal.

Hal itu disampaikan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto saat menggelar konferensi pers Program Nasional Penertiban Kawasan Bebas Batam dan Pesisir Timur Sumatera, serta ekspose hasil penindakan di Pelabuhan Batu Ampar, Batam, Kepulauan Riau, Selasa (15/1).

Melalui keterangan tertulis yang diterima Media Indonesia dari Pusat Penerangan TNI, Hadi menegaskan bahwa operasi pengamanan wilayah tersebut melibatkan beberapa unsur satuan kewilayahan dan TNI Angkatan Laut, termasuk menurunkan satu KRI untuk melaksanakan patroli rutin.

Menurut dia, permasalahan di lapangan dapat diatasi berkat informasi adanya indikasi penyelundupan di wilayah perairan Indonesia dan diperkuat dengan indikasi adanya kapal, terutama ketika lepas dari syahbandar mereka mematikan perangkat elektronik automatic identification system (AIS).

Baca juga : BNN Tangkap Kapal Bermuatan Narkotika dari Malaysia

“Salah satu contohnya adalah penangkapan oleh KRI Sigurot-864 terhadap kapal MV Sunrise Glory yang berusaha menyelundupkan satu ton narkoba jenis sabu, termasuk penangkapan-penangkapan yang dilaksanakan bersama dengan Ditjen Bea dan Cukai yang tujuannya adalah bagaimana memulihkan para importir berisiko tinggi ini kembali kepada kegiatan legal,” ujar Hadi.

Hadi pun memberikan penekanan kepada seluruh aparat kewilayahan termasuk prajurit pengamanan perbatasan (Pamtas) untuk mendukung tugas dari bea dan cukai guna mengamankan wilayah-wilayah dari perilaku ilegal.

“Jangan sampai terulang kejadian tahun 2017 diperbatasan wilayah Kalimantan, mulai dari Pontianak sampai dengan Kalimantan Utara. Di sana juga sangat berpotensi terjadinya kegiatan-kegiatan ilegal," terang dia.

Mantan Kepala Staf TNI AU, itu membeberkan bahwa tantangan ke depan akan semakin berat bila dihadapi secara sendiri-sendiri. Namun, sambung dia, persoalan tersebut akan semakin ringan bila dihadapi bersama dengan mengusung semangat sinergitas.

"Energi dari berbagai pihak kita kerahkan dan kita sinkronisasikan untuk bersama-sama mencapai satu tujuan, yaitu memberikan rasa aman, tentram, dan damai kepada seluruh rakyat Indonesia, khususnya para pengguna laut dan lingkungan maritim."

Lebih jauh, terang dia, komitmen TNI ialah terus mendukung pemerintah dalam menjaga kedaulatan, mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia, membangun kesadaran maritim atau maritime domain awareness bersama komponen bangsa lainnya, serta menjalin hubungan sinergis dengan komponen maritim negara-negara sahabat. (OL-8)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ghani Nurcahyadi
Berita Lainnya