KPK tidak Terganggu Teror Bom Molotov

Rudy Polycarpus
10/1/2019 10:40
KPK tidak Terganggu Teror Bom Molotov
(Ist)

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) tetap beker­ja seperti biasa pascaperis­tiwa teror bom yang ditujukan ke rumah dua pimpinan KPK, Agus Rahardjo dan Laode M Syarif.

“KPK tetap bekerja seperti biasa, baik pelaksanaan tugas penindak­an maupun pencegahan, misalnya hari ini pemeriksaan masih terus kami lakukan untuk berbagai kasus, saksi ataupun tersangka, dan juga tugas-tugas pencegahan tetap dilakukan,” kata juru bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK Jakarta.

Rumah Ketua KPK Agus Rahardjo menjadi sasaran teror bom oleh orang tak dikenal, kemarin. Di rumah Agus yang berlokasi di Bekasi, Jawa Barat, polisi menemu­kan barang bukti berupa pipa paralon, detonator, sekring, kabel warna kuning, paku ukuran tujuh sentimeter, serbuk putih, baterai, dan tas.

Sementara itu, rumah Wakil Ketua KPK Laode M Syarif di Jalan Kalibata Selatan, Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, dilempar dua bom molotov oleh orang tak dikenal, salah satu bom sempat merusak teras bagian atas rumah Laode. Penemuan bom itu terjadi pada Rabu (9/1) sekitar pukul 05.30 WIB.

“Jadi, lima pimpinan hari ini hadir di kantor dan melaksanakan tugas masing-masing. Ada juga yang melakukan tugas di luar, misalnya menjadi narasumber di Kementerian Pendidikan, kemudian menerima pihak dari kedutaan negara lain, diskusi tentang pemberantasan korupsi dan beberapa diskusi-diskusi terkait dengan penelitian dan pengembangan di Kementerian Kesehatan,” ungkap Febri.

Menurut Kepala Bidang Hubung­an Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono, Tim Khusus Mabes Polri dibentuk untuk menyelidiki aksi teror tersebut.  

Tim terdiri atas jajaran Polda Metro Jaya dibantu anggota Detasemen Khusus Antiteror 88, Inafis, dan Pusat Laboratorium Forensik Mabes Polri.

Argo mengatakan penyidik telah memeriksa beberapa saksi dan rekaman kamera tersembunyi. Di rumah Laode juga ditemukan dua rakitan molotov terbuat dari botol kaca berisi bahan bakar dan sumbu.    

Sementara itu, ada tas yang ditemukan tersangkut di pagar kediaman Agus di Perumahan Graha Indah, Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat. Benda itu pertama kali ditemukan seorang ajudan pribadi Agus Raharjo sekitar pukul 05.30 WIB saat melintas di sekitar tempat kejadian perkara.


Tidak diungsikan

Atas kejadian tersebut, La Ode menyatakan tidak akan memboyong keluarga keluar dari kediamannya. Ia pun mengaku biasa-biasa saja sekalipun baru mengalami teror bom molotov.

“Satu-satunya rumah (saya) di sini, masak menginap di hotel. Biasa saja (tidak takut), mudah mudahan tidak terjadi apa-apa, doakan saja,” kata La Ode saat berbincang-bincang dengan Media Indonesia di Jakarta, kemarin.

Saat ditanya apakah ancaman tersebut baru terjadi sekali me-nimpa La Ode dan keluarga, ia enggan menjawab.
“(Tidak usah dibesar-besarkan) Ya kalau kerja di KPK itu banyak warna-warninya. Jadi enggak usah juga (wartawan ke rumah saya). Harusnya enggak usah (datang), begitu loh.”

Ia juga tidak mau berspekulasi kalau kasus itu sulit diungkap oleh aparat penegak hukum.

“Ya kita berharap teman-teman di Polri bisa mengungkapnya agar kasus ini lebih jelas,” tukasnya. (Fer/Dro/Ins/Ant/P-3)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Msyaifullah
Berita Lainnya