Istana Optimis Polri Bisa Tuntaskan Teror kepada Pimpinan KPK

Rudy Polycarpus
09/1/2019 21:16
Istana Optimis Polri Bisa Tuntaskan Teror kepada Pimpinan KPK
(MI/Panca Syurkani)

STAF Khusus Presiden Bidang Komunikasi Johan Budi SP meminta masyarakat memercayakan penyelidikan atas kasus teror di rumah dua komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi Agus Rahardjo dan Laode Muhammad Syarif.

Johan meminta semua pihak bersabar dan tidak berspekulasi macam-macam terkait insiden teror tersebut.

"Kita tunggu bagaimana penjelasan Polri yang tengah melakukan proses penyelidikan. Kan belum tahu nih sejauh mana yang dibilang teror tadi. Belum tentu ada kaitannya (dengan kasus yang ditangani KPK). Mungkin ada pihak-pihak yang tak suka kepada KPK, apakah ke penyidik, pegawai, melakukan intimidasi yang tujuannya bisa bermacam-macam," ujar Johan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (9/1).

Meski begtu, Johan mengecam peristiwa tersebut sembari memastikan negara tidak akan tinggal diam terhadap upaya-upaya teror yang menyerang aparat penegak hukum. Ia berharap, insiden serupa tidak lagi terjadi di Indonesia yang menganut azas demokrasi berdasarkan hukum.

"Tentu tidak boleh di dalam negara yang demokrasi dan berdasarkan hukum ini ada pihak-pihak yang melakukan upaya semacam intimidasi kepada penegak hukum," tandas mantan Plt Wakil Ketua KPK itu.

Pada Rabu, rumah Agus dan Laode diteror dengan bahan peledak. Rumah Laode di Kalibata, Jakarta, dilempari dua buah bom molotov. Dari dua obyek yang dilemparkan, hanya satu yang meledak. Sementara di rumah Agus ditemukan sebuah tas mencurigakan yang tergantung di pagar depan rumahnya.

Johan mengaku teror terhadap pegawai KPK jamak terjadi namun jarang dilaporkan kepada kepolisian. Kejadian tersebut juga pernah menimpanya ketika menjadi pegawai komisi antirasywah.

"Dulu pernah roda mobil saya itu dikendurin, terus ditabrak pernah waktu naik mobil. Juga pernah selang radiator digunting," tuturnya.

Ia menambahkan, teror dan intimidasi terhadap pimpinan, penyidik hingga pegawai KPK tak hanya sebatas fisik. Ada juga teror menggunakan ilmu hitam seperti santet.

"Pekerjaan saya kan dulu mengumumkan tersangka, tentu ada pihak-pihak yang tak suka," pungkasnya. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya