Keluarga Pastikan Polisi tidak Gerebek Rumah Andi Arief

(EP/Fer/Ins/X-3)
05/1/2019 05:15
Keluarga Pastikan Polisi tidak Gerebek Rumah Andi Arief
(Dok. Lampos)

POLDA Lampung memastikan tidak ada penggerebekan ke rumah Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief di Bandar Lampung. Pihak keluarga pun membantah ada percobaan penjemputan paksa oleh polisi terhadap Andi Arief di rumah orangtuanya di kota tersebut.

Demikian ungkap Kabid Humas Polda Lampung Kombes Sulistyaningsih dan ayahanda Andi Arief, Arief Makhya, kepada Media Indonesia dalam kesempatan terpisah di Bandar Lampung, kemarin.

“Polisi sempat mendatangi salah satu rumah di Jalan Nusantara, Kelurahan Kota Sepang, Kecamatan Labuhan Ratu, Bandar Lampung. Tidak ada penggerebekan oleh Krimsus Cyber Polda Lampung. Yang ada sambang saja dan itu bukan rumahnya Andi Arief. Itu sudah dijual sejak 2014. Bukan penggerebekan,” kata Sulistyaningsih.

Sebelumnya, Andi Arief dalam cicitan di akun Twitter, @AndiArief_, mengatakan rumahnya di Lampung didatangi polisi siber.

‘Rumah saya di lampung digerudug dua mobil Polda mengaku cyber. Pak Kapolri, apa salah saya. Saya akan hadir secara baik2 kalau saya diperlukan’ tulis Andi Arief.

Karopenmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo juga membantah telah terjadi penggerebekan di rumah Andi Arief. “Tidak benar (penggerebek-an). Polres Lampung mengecek karena informasinya viral di media sosial. Ternyata rumah itu bukan atas nama Andi Arief sejak 2014.”

Soal penggerebekan juga dibantah Yozi Rizal, orang yang telah membeli rumah Andi Arief. Yozi mengaku ada dua polisi mendata-ngi rumahnya. “Tadi siang (kemarin) juga ada, bener itu dari Cyber Polda, cuma nanya ini rumah siapa aja ke satpam saya.”

Ketua RT 06 Kecamatan Labuhan Ratu, Mukhlis, pun meyakinkan tidak ada penggerebekan oleh polisi di rumah itu. “Enggak ada itu. Kalau ada, pasti saya tahu.”

Ayahanda Andi Arief, Arief Makhya, mengaku tidak pernah ada polisi datang ke rumahnya beberapa hari terakhir ini. “Tidak ada polisi datang ke sini. Ini rumah saya, bukan rumah Andi Arief.”

Ketika ditanya apakah mendengar dari Andi Arief soal rumahnya digerebek polisi, dia mengatakan, “Enggak ada dia cerita soal itu.”

Wakil Sekjen Partai Demokrat Rachland Nashidik melalui rilisnya kemarin mendesak Kapolri memberi penjelasan ihwal percobaan penjemputan paksa oleh polisi terhadap Wakil Sekjen Demokrat Andi Arief ke rumah orangtuanya di Bandar Lampung.

“Apabila polisi membutuhkan keterangan Andi Arief, kami memastikan beliau akan memenuhinya sebagai warga negara yang sadar hukum,” jelas Rachland dalam rilisnya.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Riky Wismiron
Berita Lainnya