Hadiri Natal Nasional 2018, Jokowi Ajak Jaga Persatuan Bangsa

Nur Aivanni
29/12/2018 20:58
Hadiri Natal Nasional 2018, Jokowi Ajak Jaga Persatuan Bangsa
(Ist)

PRESIDEN Joko Widodo menghadiri perayaan Natal Nasional Tahun 2018 yang dihelat di Gedung Serbaguna T Rizal Noordin, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Dalam Perayaan Natal Nasional yang mengambil tema Yesus Kristus Khidmat Bagi Kita, Presiden meminta kepada umat Kristiani untuk menjaga rasa persatuan bangsa sebagai anugrah Tuhan Yang Maha Esa.

Persatuan tersebut, ucapnya, bersumber dari keragaman bangsa Indonesia. Juga, persatuan adalah kekuatan bangsa Indonesia yang tidak mudah dikalahkan oleh siapapun.

"Sebagai anugrah Tuhan, keragaman dan persatuan harus terus kita jaga, terus kita rawat, dan terus kita syukuri dengan saling menghormati, menghargai, membantu dengan saling mengasihi, karena dimana ada si Rungguk, disitu ada si Tata, dimana pun kita duduk disitu selalu ada Tuhan Yang Maha Esa," kata Jokowi, Sabtu (29/12) malam.

Ia pun menekankan bahwa keragaman bangsa Indonesia bukan lah sumber perpecahan. Tapi, sambungnya, itu merupakan potensi besar bagi kekuatan bangsa Indonesia itu sendiri.

"Tuhan Yang Maha Esa menganugrahi kita semuanya dengan rasa persaudaraan yang tinggi, dengan cinta kasih yang tinggi, persatuan yang tinggi sebagai aset bangsa Indonesia. Aset terbesar bangsa ini adalah persatuan, kerukunan dan persaudaran," terangnya.

Hadir pada kesempatan tersebut, antara lain Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi dan pimpinan gereja seluruh Indonesia.

Perayaan Natal, dikatakan Presiden, adalah perayaan yang menghadirkan kedamaian sejati. Kedamaian tersebut, lanjutnya, harus terus dirawat dan dijaga dengan selalu berdoa dan tulus dalam bekerja. "Kepada seluruh umat Kristiani yang saya cintai, saya ajak Bapak/Ibu/Saudara sekalian untuk selalu menjadi garam dan terang dunia," katanya.

Dengan selalu membuka hati untuk menerima hikmat, disampaikannya, jalan akan penuh rasa kebahagiaan dan kesejahteraan. "Dengan hikmat, kita bersama-sama bekerja membangun negara kita Indonesia. Dengan hikmat, kita saling membantu sesama anak bangsa, kita persiapkan anak-anak kita untuk menghadapi masa depan dengan menjadi manusia-manusia yang unggul, berakhlak mulia," tuturnya. (OL-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya