Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Rahmat Bagja angkat bicara soal pernyataan calon presiden nomor urut 02 Prabowo yang menyamakan Indonesia dengan sejumlah negara miskin seperti Rwanda dan Haiti.
Menurut Bagja apa yang disampaikan Prabowo Hanya keselip lidah dan tidak memperkeruh suasana. "Itu selip lidah saja. Ya mungkin saja lupa. Kalau keliru tapi kemudian membuat publik berprasangka tidak baik itu misalnya memecah belah, itu masalah," ungkapnya di Gedung Bawaslu, Jl.Thamrin Nomor 14, Jakarta, Jumat (28/12).
Kemudian Bagja mengatakan bahwa apa yang disampaikan Prabowo soal salah sebut keberadaan Haiti di Benua Afrika yang seharusnya berada di Benua Amerika, bukan merupakan pelanggaran kampanye.
"Ya apa substansinya. Pelanggaran nya apa? berkata bohong? Kalau dia emang lupa gimana? Kalau misalnya memecah belah itu misalnya dia setuju pemisahan negara, itu baru bermasalah," kata Bagja.
Kemudian ia menambahkan bahwa sebagai oposisi sudah seharusnya mengkritik pemerintah. "Apa oposisi enggak boleh ngomong? Sepanjang ada data enggak masalah. Kalau tidak ada data baru itu masalah. Silahkan teman-teman melaporkan ke pidana umum kalau itu termasuk fitnah. Itu kan ada jalannya sendiri." tegas Bagja.
Sebelumnya, pernyataan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto diucapkan di hadapan ribuan jamaah acara Majelis Tafsir Alquran (MTA) di Solo (23/12),
"Kita (Indonesia) setingkat dengan negara miskin di Benua Afrika, ada Rwanda, Haiti dan pulau-pulau kecil Kribati, yang kita tidak tahu letaknya di mana," kata Prabowo. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved