Konflik Internal Bahayakan PAN

Putri Rosmalia Octaviyani
28/12/2018 07:45
Konflik Internal Bahayakan PAN
(Ist)

KONFLIK internal yang melanda Partai Amanat Nasional (PAN) terus berlanjut. Setelah sejumlah kader di daerah berseberangan dalam mendukung calon presiden, beberapa elite PAN keluar dari kepengurusan dan lima pendiri PAN mendesak Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais mengundurkan diri.

Setidaknya ada tiga elite partai yang mengundurkan diri baru-baru ini. Mereka ialah Sekretaris Dewan Kehormatan PAN Putra Jaya Husin, Bendahara Umum DPP PAN Nasrullah, dan Ketua DPP PAN Agung Mozin. Putra Jaya dan Agung ialah kader lama yang terlibat aktif dalam membesarkan partai berlambang matahari putih itu.

Pengunduran diri mereka, menurut analis politik dari Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago, sangat merugikan PAN. Terlebih lagi, PAN juga menghadapi masalah menyusul desakan lima pendiri partai, yaitu Abdillah Toha, Albert Hasibuan, Goenawan Mohammad, Toeti Heraty, dan Zumrotin, agar Amien Rais mengundurkan diri dari politik praktis.

"Tentu situasi semacam ini sangat tidak menguntungkan bagi partai (PAN)," ujarnya di Jakarta, kemarin.

Pangi mengatakan PAN harus bersikap tegas untuk mengendalikan situasi agar partai tak terus ditinggalkan kader-kader terbaik. Dia menilai perbedaan arah dukungan pada capres-cawapres menjadi salah satu pemicu konflik internal PAN.

Langkah elite-elite partai tersebut juga bisa dimaknai sebagai manuver politik untuk membuat semakin banyak kader PAN yang mengalihkan dukungan dan tidak berkonsentrasi dalam memenangkan Prabowo Subianto-Sadiaga Uno.

Alasan ketidakcocokan terhadap kepemimpinan PAN diyakini hanya merupakan pintu masuk bagi elite untuk mengalihkan dukungan mereka ke Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Lagi-lagi sangat disayangkan, waktu empat bulan yang tersisa menjelang pilpres dan pileg serentak mestinya PAN fokus menyiapkan strategi bagaimana bisa lolos parliamentary threshold. PAN juga harus bisa mengantarkan capres-cawapres usungannya menang," ujar Pangi.

Bila terus terpecah, imbuh dia, masa depan PAN dalam bahaya. Namun, desakan lima pendiri PAN lewat surat terbuka yang mendesak Amien Rais mengundurkan diri tidak akan berdampak signifikan. "Sebab Amien Rais ialah sosok yang masih sangat berpengaruh di internal partai dan banyak memberi warna terhadap perjalanan panjang PAN hingga hari ini,"

Tetap solid

Wakil Ketua Umum DPP PAN Viva Yoga Mauladi pun menegaskan partainya tak terpengaruh dan tetap solid meski tengah dilanda konflik.

"PAN tetap solid, komit, dan semangat mengobarkan perjuangan merebut kemenangan di Pemilu 2019," ujarnya.

Viva Yoga membenarkan beberapa elite partai mengundurkan diri dan pihaknya telah berbicara dengan mereka.

Menurutnya, Agung Mozin mengundurkan diri dari kepeng-urusan karena ingin fokus di bisnis. Begitu juga dengan Put-ra Jaya. "Beliau-beliau tidak mundur dari keanggotaan PAN. Mereka tetap berjuang untuk kebesaran PAN," tukasnya.

Senada, Wakil Sekjen PAN Saleh Partaonan Daulay menyatakan pengunduran diri para elite dan pengurus partai sebagai hal biasa. Hal itu merupakan pilihan setiap individu yang juga memiliki prioritas dan kesibuk-an masing-masing.

"Karena kesibukan itu, lalu ada perasaan kurang komunikasi. Selama ini baik-baik saja. Tentu tidak semuanya sempurna. Itulah yang memang harus diperbaiki dari waktu ke waktu. Namanya mengurusi politik, tentu tidak mudah," tutur Saleh. (X-8)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya