NasDem: Maulid Nabi Jadi Momentum Kembali Meneladani Akhlak Rasul

Putra Ananda
20/12/2018 20:59
NasDem: Maulid Nabi Jadi Momentum Kembali Meneladani Akhlak Rasul
(MI/ADAM DWI )

DEWAN Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di Kantor DPP NasDem. Imam Besar Masjid Istiqlal Nazaruddin Umar didaulat untuk menyampaikan ceramah, ratusan masyarakat hadir turut meramaikan acara Maulid.

Acara bertajuk NasDem Bershalawat tersebut digelar di Ruang Utama Auditorium Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem, Jalan RP Soeroso, Gondangdia, Jakarta Pusat, Kamis (20/12) malam. Acara diawali dengan salat maghrib berjamaah.

Baca juga: Caleg NasDem Ini Terapkan Metode Blusukan seperti Jokowi

Ketua DPP NasDem Bidang Agama dan Masyarakat Adat Hasan Aminuddin mengatakan Maulid kali ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk kembali meneladani akhlak Rasulullah SAW. Ia pun meminta agar umat muslim bisa meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW yang luhur, jujur, amanah, toleran, dan tidak suka berbuat kasar.

Mantan Bupati Probolinggo dua periode ini juga mengajak masyarakat meresapi isi kandungan Piagam Madinah yang mengulas bukan hanya seputar ritual ibadah, tetapi juga akhlak mulia dalam mengisi kehidupan berbangsa bernegara yang dicontohkan oleh nabi.

“Ajaran baginda Nabi Muhammad SAW yang paling prinsip adalah seperti yang ditegaskan oleh beliau sendiri yakni Innama buistu liutammima makarimal akhlak,” katanya.

Menurut Hasan, dengan maulid dan tausiah malam ini, diharapkan dapat mengajak kembali warga bangsa Indonesia terutama yang beragama muslim kepada peristiwa piagam madinah yang menjadi salah satu bagian dari perjalanan politik kebangsaan dan bernegara oleh baginda Rasulullah SAW. “Marilah kita petik sebuh perjalanan kebangsaan politik dan bernegara yang termaktub dan pengamalan baginda Rasul Muhammad SAW,” katanya.

Menurut Hasan, berbeda itu indah tatkala diamalkan sebagaimana akhlak baginda Rasulullah Muhammad SAW. “Rasulullah itu begitu menghargai kepada sebuah perbedaan mengamalkan sebuah musyawarah mufakat dalam segala hal sehingga islam itu bagian dari mengajarkan kedamaian bagaimana berbangsa di Indonesia khusunya dan pada umumnya seluruh dunia,” tegasnya.

Hasan mengungkapkan, dirinya banyak memetik pelajaran yang diamalkan baginda Rasulullah SAW yang kala itu diantaranya banyak mendapat cacian dan dihujat tetapi beliau dengan santunnya justru menyuapi seorang yahudi tua renta di sebuah pasar madinah yang mencaci dirinya itu.

“Petik lah sebuah amaliah beliau itu untuk diamalkan di tengah masyarakat bangsa Indonesia yang hari ini sudah melupakan kepada amaliyah Baginda Rasulullah SAW,” tandasnya. (OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya