Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PENELITI Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Jakarta Jamhari Makruf mengatakan fenomena intoleransi di tengah masyarakat Indonesia cenderung mengkhawatirkan. Ia menilai masalah tersebut disebabkan beberapa faktor.
Dalam kajiannya selama ini, Jamhari menilai faktor pertama ialah lemahnya koordinasi organisasi Islam di Indonesia atas pendidikan toleransi.
Menurut Jamhari, saat ini setiap organisasi fokus pada pengembangan di sekolah masing-masing sehingga kurangnya koordinasi.
"Seperti NU dan Muhammadiyah itu sudah punya sekolah masing-masing. Mungkin fokus pada peningkatan sekolah masing-masing. Harusnya butuh pula sinergi di antara kedunya," kata Jamhari ketika diskusi Fenomena Radikalisme di Kementerian Agama, Jakarta, kemarin.
Ia menilai kuatnya pengaruh sosial media dalam kehidupan generasi muda. Sosial media yang berisi informasi yang tidak bisa dikendalikan menjadi sarang bagi merebaknya sikap intoleran.
Saat ini, anak muda sangat dekat dan bahkan sangat memercayai apa yang ada di dunia maya. "Saat ini justru anak-anak lebih percaya telepon genggamnya daripada orangtuanya," kata Jamhari.
Antropolog Sumanto Al Qurtuby mengatakan anggapan bahwa Islam tidak sesuai dengan demokrasi yang dianut Indonesia ialah sebuah kesalahan. Ia menilai anggapan itu hanya ingin membenturkan umat Islam di Indonesia.
Sumanto juga menilai selaiknya masyarakat harus mengetahui dan memahami demokrasi.
Ia mengatakan perlu dilihat bagian mana yang bertentangan dengan ajaran Islam. "Islam kompatibel dengan demokrasi. Intinya tentang bagaimana kita memahami demokrasi. Dalam Alquran diajarkan prinsip demokrasi, kok," kata Sumanto.
Sumanto mengatakan prinsip-prinsip demokrasi tentang menghargai perbedaan dan mengedepankan musyawarah tertulis di dalam Alquran sehingga perdebatan mengenai hal tersebut tak perlu dibahas kembali.
"Jika ada upaya untuk membenturkan demokrasi dengan ajaran Islam, hal tersebut justru untuk kepentingan politik salah satu kelompok," ia menambahkan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved