Stabilitas Keamanan RI Terjaga

Golda Eksa
18/12/2018 07:10
Stabilitas Keamanan RI Terjaga
()

DI tengah meningkatnya suhu politik jelang pileg dan pilpres di tahun depan, secara umum pemerintah mampu menjaga stabilitas keamanan nasional.

Menko Polhukam Wiranto menyampaikan hasil evaluasi bidang politik, hukum, dan keamanan tersebut di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, kemarin.

Menurut Wiranto, penyelenggaraan beberapa kegiatan bertaraf nasional dan internasional pada kurun 2017 dan 2018 yang berlangsung aman menjadi tolok ukur keberhasilan tersebut.

"Oleh karena itu, kami mengajak masyarakat ikut menjaga situasi yang sudah baik itu. Ke depan, kita akan menghadapi event penting. Sebentar lagi memasuki perayaan Natal dan Tahun Baru. Kita berharap suasana damai sehingga masyarakat Nasrani dapat menjalankan ibadah," kata Menko Polhukam itu yang didampingi Mendagri Tjahjo Kumolo dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

"Hasil survei internasional, Indonesia menyandang reputasi keamanan yang baik. Indonesia berada di nomor sembilan dari ratusan negara. Indonesia juga menjadi tujuan investasi nomor dua setelah Filipina. Apa artinya? Investor mencari keuntungan dan keamanan karena tidak mungkin negara tidak aman menjadi tujuan investasi," lanjut Wiranto.

Wiranto menginginkan situasi kondusif ini langgeng hingga perhelatan pileg dan pilpres April 2019. Masyarakat diimbau bersama-sama menjaga kondisi yang sudah baik. UUD 1945 mewajibkan seluruh warga negara ikut serta menjaga pertahanan dan keamanan negara.

Terkait dengan insiden penembakan terhadap para pekerja di proyek jalan dan jembatan di Kabupaten Nduga, Papua, Minggu (2/12), Menko Polhukam berharap hal tersebut tidak memunculkan spekulasi. Pemerintah tidak tinggal diam terhadap persoalan yang berpotensi mengganggu situasi keamanan tersebut.

Meredam terorisme

Dalam menanggapi pencapaian stabilitas keamanan tersebut, pengamat dari Universitas Padjadjaran, Muradi, menilai perkembangan situasi keamanan di Indonesia dua tahun terakhir sudah sesuai dengan kebutuhan. Meskipun perlu banyak peningkatan, upaya pemerintah menjaga keamanan berdampak signifikan.

"Tahapannya berjalan normatif, tetapi sebenarnya on the track. Terselenggaranya event besar dengan lancar dan aman menjadi indikator keamanan Indonesia," jelas Muradi.

Dalam hal terorisme. Muradi menyatakan pergerakannya saat ini tidak seagresif dulu. Aparat juga lebih banyak menangkap dan membaca pergerakan para teroris.

"Bagaimana meredam gerakan para teroris walau tidak seagresif dulu. Ini beririsan dengan isu-isu keagamaan," ungkap Muradi.

Ia meyakini bila memiliki anggaran cukup, keamanan di Indonesia bisa meningkat pesat. Bisa mencapai lima besar di dunia dalam kurun empat hingga lima tahun ke depan.

"Salah satu masalahnya soal anggaran keamanan di Indonesia yang minim. Kalau ada peningkatan hingga di atas 1% dari PDB, saya optimistis kita bisa mencapai lima besar," tandas Muradi. (Pro/X-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Kardashian
Berita Lainnya