Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KUNJUNGAN kerja Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) ke luar negeri menarik perhatian banyak pihak. Kunjungan ke Berlin dan Madrid tersebut dianggap lebih banyak berisi kegiatan jalan-jalannya yang dicurigai menggunakan uang negara.
"Iya harus dicari tahu kunjungannya untuk apa. Kalau alasan kepergian untuk studi banding sebenarnya boleh, tapi yang harus dicari tahu apa benar di sana bertemu dengan lembaga atau pihak yang dituju," ujar Anggota Komisi II Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Ahmad Baidowi, ketika dihubungi, Senin (17/2).
Baca juga: Industri Kereta Api Gandeng Kejaksaan untuk Optimalkan Pelayanan
Baidowi mengatakan, untuk memastikan hal itu, Bawaslu akan diminta penjelasannya ketika rapat dengan Komisi II. Meski tidak akan secara khusus melakukan rapat untuk membahas hal itu, pertanyaan masyarakat tentang perjalanan Bawaslu tersebut dipastikan tetap akan ditindaklanjuti.
"Nanti kita tanyakan pas rapat sekaligus bagaimana persiapan Bawaslu terkait pelaksanaan pemilu di luar negeri," ujar Baidowi.
Ia mengatakan, klarifikasi diperlukan karena hal itu telah menyeruak di publik. Banyak pihak mempertanyakan, sehingga Komisi II merasa perlu meminta penjelasan Bawaslu atas masalah tersebut.
Sementara itu, terkait transparansi anggaran perjalanan, Baidowi menilai hal itu bisa saja didalami, namun menurutnya itu bukan kewenangan DPR RI, melainkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Sementara itu, Ketua Fraksi Hanura DPR, Inas Nasrullah, mengatakan jika seharusnya Bawaslu fokus mengawasi jalannya kampanye di tanah air. Bawaslu dianggap tidak memiliki urgensi untuk bertemu dengan pelaksana atau calon pemilih pemilu di luar negeri.
"Kan Lebih baik fokus ditanah air mengawasi pelanggaran yang justru banyak terjadi di media sosial," ujar Inas.
Baca juga: TKN Tegaskan Komitmen Jokowi dalam Penegakkan Hukum
Seperti diketahui, rombongan Bawaslu yang dipimpin oleh Komisioner Bawaslu, Ratna Dewi Pettalolo melakukan kunjungan ke Berlin dan Madrid pada 15 dan 16 Desember 2018 lalu. Mereka datang dengan tujuan hanya bertatap muka dengan masyarakat Berlin di hari yang sama.
Kunjungan tersebut dianggap tidak penting dan pemborosan karena dalam agenda, lebih banyak waktu yang digunakan oleh rombongan ke lokasi wisata dan berbelanja. (OL-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved