Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Tim Kampanye Nasional (TKN) Erick Thohir mengakui dukungan tanpa henti datang mengalir ke pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Hal itu harus disyukuri sebagai berkah dari kerja nyata selama ini.
Menurut Erick, kerja positif yang ditunjukkan Pemerintahan Jokowi selama empat tahun terakhir mampu mengubah hati dan pilihan sebagian besar partisipan politik dan juga masyarakat.
Hal itu terlihat di pekan ini saat kader-kader Partai Amanat Nasional (PAN) di Kalimantan Selatan dan Sumatra Selatan mengalihkan dukungan ke Jokowi-Amin. Tak hanya itu, bermunculan pula deklarasi dukungan dari berbagai komunitas relawan.
Termasuk yang terakhir, deklarasi relawan Barjab, Baraya Jokowi Among Bogor (Keluarga Jokowi, Teman Bogor) yang digaungkan Rabu (12/12) di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Deklarasi Barjab yang diikuti 20 ribu relawan berlatar belakang petani, guru, pelajar, profesional, dan pemuda dari seluruh wilayah Kabupaten Bogor itu sangat menarik dan harus diapresiasi setinggi mungkin.
"Saya hanya bisa bilang alhamdulillah atas dukungan yang terus mengalir bagi pasangan capres-cawapres Jokowi-Amin. Ini menandakan partisipan politik dan masyarakat mengetahui siapa yang bekerja dan telah berbuat banyak bagi negeri ini," ujar Erick.
Juru bicara TKN Ace Hasan Syadzily yakin banyak oposan merapat. Indikasi itu terlihat melalui banyaknya kader partai oposisi yang beralih mendukung Jokowi-Amin.
"Dugaan kami begitu, seperti yang dilalui oleh Partai Demokrat di Papua," ujar Ace.
Banyaknya kader Demokrat yang mendukung pasangan nomor urut 01 cukup membuktikan itu. Belum lagi suntikan dukungan DPW PAN di Kalsel dan Sumsel. Artinya, oposisi tak mungkin menafikan arah dukungan masyarakat.
Ace juga melihat kader Demokrat di Jawa Timur. Petinggi Demokrat di wilayah itu diklaim mendukung Jokowi-Amin meski tak terang-terangan.
"Itu juga yang membuat Partai Demokrat tak menunjukkan sikap politiknya secara tegas," sebut Ace.
Pengakuan LNM
Di sisi lain, Wakil Ketua TKN Abdul Kadir Karding merespons pengakuan eks politisi Gerindra La Nyalla Mattalitti (LNM) terkait dengan fitnah terhadap Joko Widodo. Menurut Karding, hal tersebut merupakan pembelajaran politik.
"Tentu kita apresiasi sebagai satu hal yang jujur dan terima kasih pada Pak La Nyalla karena ini akan jadi bagian sejarah dan pendidikan bagi masyarakat kita," ujar Karding.
Ia juga menyebut pengakuan La Nyalla soal keislaman Joko Widodo merupakan respons jujur terhadap kondisi kekinian presiden. Selain itu, mengenai tantangan La Nyalla agar Prabowo Subianto memimpin salat seperti Jokowi.
Karding meyakini, La Nyalla tak memanfaatkan politik identitas dalam pernyataannya sebab yang ingin dipertontonkan ialah fakta agar masyarakat memilih berdasarkan realitas.
Karena yang terjadi sejauh ini, banyak hoaks berseliweran memengaruhi persepsi mereka.
"Rakyat harus tahu supaya dia bisa memilih secara rasional dengan hati, bukan karena dipengaruhi fitnah dan sebagainya." (P-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved