Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH menaikkan alokasi anggaran Program Keluarga Harapan (PKH) sebesar Rp34 triliun, naik hampir dua kali lipat ketimbang tahun ini sebesar Rp19 triliun.
Sedangkan jumlah keluarga penerima manfaat (KPM) tetap 10 juta keluarga. Presiden Joko Widodo menjelaskan, program ini merupakan bagian dari fokus pemerintah meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta mengentaskan kemiskinan.
"Kalau ini nanti sudah mapan, di 2020 saya ingin agar yang masuk dalam kotak keluarga miskin kurang lebih 15,6 juta keluarga semuanya harus dapat PKH," ujarnya saat bertemu sekitar 600 orang tenaga pendamping PKH di Istana Negara, Jakarta, Kamis (13/12).
Presiden pun berpesan kepada pendamping PKH untuk memastikan validitas data dan penyaluran bantuan sampai ke tangan KPM. Di sisi lain, pemberdayaan KPM diperlukan. Harapannya, KPM bisa naik ke kelompok ekonomi masyarakat yang lebih baik.
"Memastikan bahwa bantuan sampai ke penerima manfaat penting sekali. Ini adalah tugas bapak dan ibu. Saya juga ingin bapak ibu dan sodara sekalian ajari masyarakat untuk tidak ada ketergantungan. Ini adalah sifatnya sementara untuk mereka mengentaskan ke level lebih tinggi," tandas Kepala Negara.
Guna meningkatkan kualitas pendamping PKH, Presiden berjanji akan dikirim ke luar negeri guna mengikuti pelatihan dan membuka wawasan mereka. "Agar bjsa sekolah, training, melihat dan membandingkan negara lain seperti apa dan kita harus mengambil posisi seperti apa supaya terbuka wawasan sehingga memiliki semangat tinggi," imbuhnya.
Pada 2015, sebanyak 3,5 juta keluarga yang menerima PKH. Tahun berikutnya, jumlah penerima naik menjadi 6 juta keluarga. Pada 2017, terdapat 6,2 juta KPM dan tahun ini sebanyak 10 juta keluarga. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved