Ada 6,4 Juta Pemilih Baru Masuk DPT

Insi Nantika Jelita
13/12/2018 13:15
Ada 6,4 Juta Pemilih Baru Masuk DPT
(MI/Bary Fathahilah)

KOMISI Pemilihan Umum (KPU) telah merampungkan proses penyempurnaan data potensi 31 juta pemilih yang sudah merekam kartu tanda penduduk elektronik (KTP-E) tetapi belum masuk ke daftar pemilih tetap (DPT) untuk Pemilu 2019.

Hal itu dikemukakan komisioner KPU, Viryan Azis, di Gedung KPU, Jakarta, kemarin.

Dari 31 juta data hasil analisis Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri itu, sebanyak 6,4 juta sudah masuk ke DPT Pemilu 2019.

"Sampai tadi pagi (kemarin) yang masuk ke DPT kurang lebih 6,4 juta pemilih," kata Viryan.
Data ke-31 juta pemilih tersebut merupakan hasil analisis Ditjen Dukcapil terhadap daftar penduduk potensial pemilih pemilu (DP4) dengan DPT yang sudah disiapkan KPU sebelumnya.

"Poinnya ialah 31 juta data penduduk dari Dukcapil sebagai data DP4 yang disebutkan belum ada di DPT sudah kami tindak lanjuti secara keseluruhan," lanjut Viryan.

Viryan memerinci penyempurnaan data 31 juta penduduk yang sudah dirampungkan KPU. Menurutnya, kurang lebih 10 juta data tidak memenuhi syarat masuk DPT. Kemudian ada 9,9 juta data penduduk sudah masuk DPT hasil perbaikan pertama, 4 juta tidak masuk DP4, dan sisanya 6,4 juta sudah masuk ke DPT.

"Artinya, kami punya mekanisme kerja dengan verifikasi faktual atau coklit (pencocok-an dan penelitian) untuk mencegah potensi pemilih masuk tetapi tidak jelas keberadaannya," ujar Viryan.

Adapun tiga wilayah yang masih belum merampungkan pemutakhiran data pemilih, menurut Viryan, ialah Kabupaten Manggarai dan Kupang di Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Kota Semarang di Jawa Tengah.

"Sampai hari ini (kemarin) hampir seluruh KPU di Indonesia dengan 514 satuan kerja sudah selesai. Tinggal tiga lagi belum menyelesaikan penetapan DPT, yaitu Kabupaten Manggarai, Kota Kupang, dan Kota Semarang," ungkap Viryan.

Rapat terakhir
Terkait dengan pemilih di Lembaga Pemasyarakatan Kota Kupang yang tidak memiliki dokumen kependudukan, KPU menengarai ada kurang lebih 4.000 orang yang tidak memiliki dokumen kependudukan sama sekali. "Kini sedang dibahas antara KPU dan Bawaslu setempat," tutur Viryan.

Untuk Kabupaten Manggarai, kurang lebih ada 22 ribu data pemilih yang belum masuk ke DPT yang kemudian direkomendasikan oleh Bawaslu Kabupaten Manggarai.

"KPU menerima data tersebut lalu mengeceknya. Apabila ada 22 ribu orang belum masuk DPT, kami verifikasi secara faktual dan rencananya selesai hari ini (kemarin). Setelah itu dilanjutkan lagi dengan rapat pleno terbuka DPT-HP tahap 2 di Kabupaten Manggarai. Terakhir untuk Kota Semarang sedang dilakukan penyelesaian proses pemutakhiran data," kata Viryan.

KPU telah mengirim surat kepada seluruh pemimpin partai politik, Ditjen Dukcapil, dan Bawaslu di semua daerah untuk menghadiri pertemuan terakhir guna menyempurnakan DPT-HP tahap 2 hari ini di Gedung KPU RI, Jakarta.

"Kami berharap semua sekjen partai politik dan tim kampanye bisa hadir. Kami akan sampaikan kerja KPU selama 30 hari perpanjangan masa penyempurnaan DPT sejak 15 November," tandas Viryan. (X-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Riky Wismiron
Berita Lainnya