Presiden Sanjung Profesi Satpam

(Pol/P-3)
13/12/2018 12:45
Presiden Sanjung Profesi Satpam
(ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

PRESIDEN Joko Widodo menilai peran penting satuan pengamanan (satpam) sebagai mitra kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

Ketika ada kesulitan, orang umumnya akan segera mencari satpam. Hal itu disampaikan Presiden saat membuka Konferensi Industri Jasa Pengamanan Nasional di Istana Negara, Jakarta, kemarin.

"Setiap kita masuk ke kompleks, kantor, mal atau hotel, yang kita temui pertama itu bukan direkturnya, bukan manajernya. Orang yang kita temui pertama ialah saudara-saudara, Anda semuanya satuan pengamanan, satpam," ujar Presiden di hadapan sekitar 300 anggota satpam.

Tak hanya harus siaga, anggota satpam juga harus bisa tampil ramah dan mampu menjelaskan. Satpam juga berperan menjaga iklim usaha yang baik dengan tugasnya menjaga keamanan dan ketertiban.
Para investor, jelas mantan Wali Kota Solo itu, berani menanamkan modal mereka apabila rasa aman itu ada.

"Kalau investasi datang, orang membuka pabrik, industri, kantor, dan lainnya. Artinya terbuka lapangan pekerjaan. Keamanan itu sangat diperlukan bagi sebuah negara," tuturnya.

Ketua Umum Asosiasi Badan Usaha Jasa Pengamanan Indonesia (Abujapi) Budi Rianto berharap profesi satpam semakin dimuliakan, ada jenjang kariernya, serta semakin baik kesejahteraannya. Umumnya, personel satpam sekarang ini hanya menerima upah minimum provinsi.

Insentif yang biasanya diterima anggota satpam berkaitan dengan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Saat ini, terdapat 2,5 juta personel satpam baik yang terdaftar maupun yang bertugas di perumahan dan sektor informal.

Pada kesempatan itu, Jokowi berdialog dengan sejumlah personel satpam. Kepada Presiden, Faisal, seorang satpam, mengeluhkan mahalnya biaya sertifikasi profesi sekuriti. "Berkisar Rp5 juta-Rp10 juta. Ini terlalu membebani kami," ujar Faisal.

Sertifikasi satpam dikeluarkan Polri. Presiden sependapat harga tersebut mahal dan berjanji akan mengkaji persoalan tersebut.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Riky Wismiron
Berita Lainnya