Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SATUDUNIA merilis hasil riset mengenai kampanye kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden di media sosial. Pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin unggul di Facebook, sedangkan pasangan calon Prabowo-Sandiaga mendominasi di Instagram. Hal tersebut diungkapkan Program Manager SatuDunia, Anwari Natari, saat mengisi diskusi yang bertajuk Konten Kampanye Pilpres di Media Sosial.
"SatuDunia memantau akun resmi pasangan calon dan tim resmi kampanye mereka. Hingga Desember 2018 pasangan calon nomor 02 masih mendominasi kampanye di media sosial. Berdasarkan penggunaan di media sosial, Jokowi-Ma'ruf lebih banyak kampanye di Facebook, sedangkan pasangan Prabowo-Sandiaga di Instagram," ungkap Anwari di Ruang Media Center KPU, Menteng, Jakarta, Rabu (12/12).
Baca juga: TKN tidak Khawatir Pemindahan Markas Perjuangan Sandiaga ke Jateng
Hasil riset tersebut diambil dari jangka waktu 8 Juli-11 Desember 2018. Sebanyak 842 postingan dengan total 32 akun dipantau, baik dari Facebook, Instagram, dan Twitter. Untuk pasangan Jokowi-Amin, ada 16 akun yang dipantau. Semantara Prabowo-Sandiaga, sebanyak 18 akun yang dipantau.
"Kita hanya memantau akun-akun yang berafiliasi secara resmi dengan timses. Semua postingan di media sosial itu kita screenshot sebagai verifikasi. Tingkat keaktifan postingan Prabowo-Sandiaga 460 kali lebih banyak dibandingkan pasangan Jokowi-Amin 382 kali," ujar Anwari.
Isu yang diangkat masing-masing pasangan capres, seperti isu ekonomi masih mendominasi. Pasangan Prabowo-Sandiaga mengangkat isu ekonomi dalam kampanyenya sebanyak 206 kali, sedangkan pasangan Jokowi-Amin hanya 75 kali mengangkat isu ekonomi dalam media sosial.
"Isu ekonomi pada paslon nomor urut 01 mengklaim keberhasilan ekonomi dan paslon nomor urut 02 mengklaim kegagalan ekonomi tanpa pernah memberitahu bagaimana mengatasi," katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Peneliti Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Fadli Ramadhanil, mengatakan paparan dari riset SatuDunia harus jadi bahan refleksi untuk masing-masing pasangan calon presiden Pemilu 2019.
Baca juga: OSO Diberi Tenggat Hingga 21 Desember
"Dari sekian banyak persoalan dan isu-isu yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak, ternyata yang dibicarakan tidak seimbang. Temuan SatuDunia bisa jadi basis awal bagi KPU untuk kemudian menyiapkan materi debat capres-cawapres. Kita tahu isu soal korupsi, gender, disabilitas salah satu hal yang jarang dibicarakan," terang Fadli.
Pihaknya berharap meski masa kampanye sudah berjalan selama 2,5 bulan, harus diisi dengan hal yang substansial ketimbang sensasi.
"Kampanye saat ini sensasi jauh lebih banyak, substansinya enggak ada. Hakikat pemilu itu kan orang ingin membeli idenya. kalau soal sensasi saja, ya sayang saja. Uang negara dihabiskan triliunan rupiah, tapi publik tidak mendapat informasi yang cukup untuk memilih."pungkas Fadli. (OL-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved