Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PENDIRI Wahid Institute Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid atau yang akrab disapa Yenny Wahid menilai Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Osamah Muhaa al Suaibi diduga menjadi korban informasi palsu tentang pembakaran bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang dianggap bendera tauhid sehingga mengeluarkan cicitan yang mencengangkan bagi Keluarga Besar Nahdlatul Ulama (NU).
Setelah sadar, Osamah langsung menghapus dan meminta maaf dan akan menyelesaikannya secara langsung pekan depan setelah tiba di Indonesia.
"Dugaan saya ada yang memberikan informasi sepo-tong-sepotong tadi. Beliau tidak mengerti bahwa yang dibakar itu bendera HTI," terang Yenny saat menghadiri diskusi yang digelar Women in Maritim Indonesia di Jakarta, kemarin.
Menurut dia, Osamah sudah menyadari tindakannya salah sesaat setelah memublikasikan cuitannya karena mendapatkan reaksi keras dari sejumlah lapisan masyarakat termasuk Kementerian Luar Negeri. Maka Osamah langsung menghapus cuitannya tidak lama setelah reaksi tersebut mengemuka.
Kemudian, kata Yenny, Osamah mengetahui bahwa isi cuitannya berasal dari informasi yang tidak utuh bahkan mengarah pada penyesatan hubungan baik dengan organisasi masyarakat terbesar di dunia itu.
Sehingga dia secara tulus meminta maaf kepada para pihak yang merasa tersudutkan oleh cuitan Osamah.
"Sesaat setelah mengetahui cuitan itu, saya inisiatif pribadi untuk langsung mengon-firmasi beliau karena saya kenal dekat. Ini kenapa? Exel-lency kemudian menjawab lewat rekaman suara melalui WA (Whatsapp). Saya bilang 'Ok, boleh enggak disebar?' Dia bilang boleh sebagai permintaan maaf resmi," papar-nya.
"Demi Allah saya cinta masyarakat Indonesia. Saya juga menghargai NU dan Muhammadiyah dan semua organisasi Islam," kata Osama melalui rekaman audio yang disampaikan kepada Yenny.
Yenny menambahkan, NU sudah memberi maaf kepada Osamah karena mendasarkan pada informasi sesat. Osamah mendasarkan cuitan itu pada informasi bahwa pembakaran bendera tauhid yang sebenarnya bendera Hizbuttahrir Indonesia.
"Beliau tidak mengerti bahwa yang dibakar itu bendera HTI. Beliau sudah meminta maaf. Nanti ketika datang saya temui langsung," ujar Yenny.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved