Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Utama PLN Sofyan Basir menduga pertemuannya yang terjadi dengan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eni Maulani Saragih dan Johannes Budisutrisno Kotjo selaku pemegang saham Blackgold Natural Resources Ltd untuk membahas proyek PLTU Riau -1.
Saat bersaksi di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (11/12), Sofyan mengungkapkan pertemuan juga dihadiri Direktur Pengadaan Strategis 2 PT PLN Persero Supangkat Iwan Santoso.
"Mungkin mereka berpikir saya bisa mengubah. Tapi tidak ada satu titik pun yang diubah. Bu Eni mitra kami yang kami hormati. Jadi kalau diundang kami datang," kata Sofyan.
Dugaan yang dimaksud Sofyan ialah memengaruhinya untuk mengubah sejumlah persyaratan yang diberikan PLN kepada investor yang akan melaksanakan pembangunan proyek PLTU Riau 1.
Namun, menurut Sofyan, tidak ada satu pun persyaratan yang diubah meski pertemuan sudah dilakukan.
"Tapi tidak ada satu titik pun yang diubah," terang Sofyan.
Dalam kasus ini, Eni Maulani Saragih didakwa menerima suap Rp4,7 miliar dari Johannes Budisutrisno Kotjo selaku pemegang saham Blackgold Natural Resources Ltd.
Menurut jaksa, uang tersebut diberikan dengan maksud agar Eni membantu Kotjo mendapatkan proyek Independent Power Producer (IPP) Pembangkit Listrik Tenaga Uap Mulut Tambang (PLTU) Riau 1.
Proyek tersebut rencananya akan dikerjakan PT Pembangkitan Jawa Bali Investasi (PT PJBI), Blackgold Natural Resources dan China Huadian Engineering Company Ltd yang dibawa oleh Kotjo. (OL-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved