Polri dan TNI Intensifkan Perburuan KKSB Papua

Golda Eksa
11/12/2018 19:55
Polri dan TNI Intensifkan Perburuan KKSB Papua
(Antara)

SELAIN melanjutkan operasi penyelamatan terhadap korban aksi keji yang dilakukan kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) pimpinan Egianus Kogoya, aparat gabungan TNI-Polri juga terus mengejar seluruh pelaku hingga penjuru wilayah.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mengemukakan hal itu seusai memimpin rapat koordinasi khusus dengan sejumlah instansi terkait di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (11/12).

Baca juga: Wiranto Bantah TNI Gunakan Bom Kejar KKB Nduga

Menurut dia, rapat tersebut bertujuan untuk mendapatkan penjelasan detail dari berbagai pihak. Dengan demikian informasi yang nantinya disampaikan kepada masyarakat menjadi jelas dan tidak simpang siur.

"Supaya masyarakat paham apa yang sedang kita hadapi. Agar tidak ada spekulasi yang membuat masyarakat menjadi tidak jelas duduk permasalahannya," ujar Wiranto.

Ia mengatakan, saat ini pasukan yang diterjunkan untuk mengejar KKSB bukan hanya berasal dari Polda Papua dan Kodam XVII/Cenderawasih saja, namun melibatkan Brimob Polri dan Kopassus TNI AD. Kehadiran pasukan nonorganik itu sangat diperlukan untuk memburu pelaku di medan yang dinilai sulit.

"Itu karena musuh yang saat ini mencoba melakukan perlawanan telah melarikan diri ke dalam hutan dan sedang dilakukan pengejaran oleh aparat penegak keamanan," kata dia.

Wiranto menambahkan, pasukan terpadu TNI-Polri yang melakukan operasi penyelamatan berhasil mengindentifikasi 17 korban tewas. Seluruh korban meregang nyawa lantaran ditembak dan dibacok pelaku. Petugas juga menemukan 4 korban selamat, sedangkan 4 korban lainnya masih dalam pencarian.

"Menurut teman-temannya, mereka (4 korban hilang) bisa lari karena hanya menderita luka bacok. Kita berharap bisa ditemukan dalam keadaan hidup karena mereka ini pahlawan pembangunan. Kemudian ada 27 orang telah dievakuasi dan selamat, tidak hanya pekerja jembatan, tetapi ada pekerja puskesmas, telkom, dan karyawan SMP." tandasnya.

Baca juga: Operasi Penyelamatan Korban Penembakan KKB Terus Dilakukan

Insiden berdarah itu terjadi pada Minggu (2/12). Dikabarkan belasan pekerja PT Istaka Karya yang kebetulan sedang membangun jembatan di atas Kali Yigi dan Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua, tewas dibantai oleh KKSB.

Berdasarkan informasi yang beredar, motif pembantaian itu bermula ketika salah satu pekerja mengambil gambar kegiatan upacara HUT Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang digelar tidak jauh dari lokasi proyek. Walhasil, kelompok separatis itu berang dan langsung menembak para pekerja. (OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya