WAKIL Presiden Jusuf Kalla mengatakan struktur lembaga Staf Kepresidenan seharusnya tidak terlalu gemuk mengingat sudah terdapat Sekretariat Negara dan Sekretariat Kabinet.
"Ya staf mestinya kan tidak terlalu besar yah karena sudah ada Setneg, sudah ada Setkab juga," ucapnya di Jakarta, kemarin.
Kepala Staf Kepresiden Luhut Binsar Panjaitan kemarin memperkenalkan jajaran lembaganya kepada Presiden Joko Widodo.
Organisasi yang dipimpin Luhut tersebut memiliki lima deputi beserta sepuluh staf di tiap deputinya.
Setidaknya bakal ada 50 orang di kantornya Luhut. Staf itu berasal dari kalangan profesional, Bappenas, serta Kementerian Keuangan.
Selain itu, Kantor Staf Kepresidenan mungkin akan mewadahi pula sejumlah pos juru bicara presiden per bidang strategis.
Lima deputi yang kedudukannya sudah disahkan lewat peraturan presiden itu ialah Deputi I Bidang Monitoring dan Evaluasi Darmawan Prasodjo, Deputi II Bidang Pengelolaan dan Peng kajian Program Prioritas Yanuar Nugroho, Deputi III Bidang Pengelolaan Isu Strategis Purbaya Yudhi Sadewa, Deputi IV Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Eko Sulistyo, dan Deputi V Bidang Analisis Data dan Informasi Strategis Laksamana Muda (Purn) Handoko.
Dari informasi yang dihimpun Media Indonesia, mereka kebanyakan merupakan penyokong Jokowi di era kampanye.
Darmawan, misalnya, ialah bekas anggota Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4).
Purbaya aktif membantu salah satu kelompok konseptor kampanye Jokowi.
Eko ialah koordinator salah satu kelompok relawan dan Handoko salah satu purnawirawan yang menyokong pencalonan Jokowi.
Luhut menjelaskan kantornya memiliki tugas untuk melakukan evaluasi dan pengawasan dari berbagai kegiatan di semua sektor pemerintahan.
Adapun UKP4 memiliki kewenangan komunikasi politik ke pihak luar.