Insiden di Papua Jadi Tantangan

(Ths/P-3)
10/12/2018 10:30
Insiden di Papua Jadi Tantangan
( ANTARA FOTO/Reno Esnir)

Setidaknya 16 pekerja proyek pembangunan jembatan di Distrik Yigi terbunuh karena ditembak kelompok bersenjata yang dipimpin Egianus Kogoya. Apakah penyelesaian pekerjaan proyek Trans-Papua menunggu situasi keamanan kembali kondusif?
Atas kejadian ini seluruh pekerjaan (jembatan) kita hentikan di ruas ini sambil menunggu situasi kondusif sesuai rekomendasi Pangdam dan Kapolda Papua. Insiden ini saya kira tantangan. Tantangan pembangunan jalan itu ada beberapa. Yang klasik ada pembebasan lahan kemudian kondisi geologi atau topografinya. Yang ketiga, cuaca. Yang keempat ini, yang khas di Papua, gangguan keamanan.

Sebenarnya apa saja proyek Trans-Papua itu?
Ada 35 jembatan yang perlu dibangun di segmen lima proyek Trans-Papua itu. PT Istaka Karya bertugas membangun 14 jembatan dengan 11 jembatan dalam proses pengerjaan. Sisanya pembangunan oleh PT Brantas Abipraya sebanyak 21 jembatan dengan 5 dalam proses pengerjaan, tetapi sejak empat bulan pengerjaan jembatan itu berhenti karena rekomendasi dari aparat berwenang bahwa berada di area merah.

Kasus penembakan terhadap pekerja PT Istaka Karya berada di Kilometer 103 proyek infrastruktur Trans-Papua, atau tepatnya di Kali Yigi dan Kali Aurak. Apakah sebelumnya ada penolakan?
Kawasan tersebut dinyatakan sudah aman karena memang tidak ada penolakan dari pihak mana pun terkait pembangunan infrastruktur. Sosialisasi pekerja PT Istaka Karya sangat baik dengan warga sekitar, bahkan mereka menyatu dengan warga. Informasi yang saya terima dari Kepala Balai Besar Jalan Papua, warga bahkan menjamin keamanan pekerja Istaka Karya.

Lalu bagaimana sejauh ini koordinasi dengan TNI dan Polri? Diketahui bahwa pada 2015, setidaknya ada dua kali penyerangan oleh kelompok bersenjata.
Saya pribadi terus mendorong pembangunan Trans-Papua. Apa pun yang terjadi kita maju terus. Pasti ada risiko-risiko kerja, kita sudah koordinasi dengan TNI dan polisi dan selama ini memang dijaga TNI-Polri. Saya kira tidak ada satu pun pembangunan yang tidak dilaporkan pada kodam dan kapolda di sana. Semua pasti di bawah koordinasi mereka. Kita jangan terprovokasi, tidak ada satu pun lokasi yang ditolak masyarakat. Masyarakat sangat mengapresiasi dan menunggu pembangunan, khususnya jalan Trans-Papua ini.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Riky Wismiron
Berita Lainnya