Kasus Penembakan di Nduga, Pengamat: Harus ada Soft And Hard Approaching

Insi Nantika Jelita
09/12/2018 20:50
Kasus Penembakan di Nduga, Pengamat: Harus ada Soft And Hard Approaching
(ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

PERISTIWA pembunuhan 16 pekerja PT Istaka Karya yang tengah membangun jalan Trans Papua di Kabupaten Nduga saat ini masih ditangani oleh pemerintah. Menurut pengamat militer, Muradi, ada cara untuk menangani kasus yang diduga dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), yang terkait Organisasi Papua Merdeka (OPM) tersebut.

"Poinnya ada dua hal yaitu soft and hard approaching. Saya kira pola penanganan itu harus dilakukan bersamaan," jelas Muradi saat dihubungi oleh Media Indonesia, Jakarta, Minggu (9/12).

Baca juga: Satgas Gabungan Kembali Temukan Jenazah Korban Pembantaian di Yigi

Menurut Muradi, Pemerintah harus melakukan pendekatan seperti mengajak dialog bersama dengan masyarakat Papua atau dengan anggota bersenjata seperti OPM untuk mengetahui solusi permasalahan di Papua.

"Kalau mau duduk bareng, apa solusi untuk Papua kedepan. Pemerintah memastikan populasi di sana tidak anti TNI atau keamanan. Hard and soft approaching ini dilakukan bersamaan, dan saya kira itu bisa dilakukan, dengan tahapan menghalau, mengejar, dan menangkap pelaku dengan penegakan hukum," ungkap Muradi.

Sementara itu, untuk memuluskan proyek Trans Papua, menurut Muradi, pemerintah jangan terlalu 'galak'. "Kalau memungkinkan Trans Papua berjalan, jangan terlalu galak dulu. Ini artinya pengerjaan dan pembangunan Trans Papua harus aman dulu kalau sudah jadi baru bertahap melakukan negosiasi dan lainnya, karena kalau tidak, ini akan diganggu terus," tutur Muradi. (OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya