Beda Pilihan Politik Jangan Merusak NKRI

(Gol/P-2)
09/12/2018 10:45
Beda Pilihan Politik Jangan Merusak NKRI
(ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

MENTERI Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mempersilakan anggota ormas Mathla'ul Anwar untuk berbeda pilihan politik asalkan tidak mengganggu dan merusak persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). "Beda pilihan politik silakan, tapi bicara merawat persatuan, Pancasila, NKRI tidak bisa ditawar lagi," tegasnya pada Rapat Kerja Nasional II Mathla'ul Anwar di Jakarta, kemarin.

Wiranto yang juga Ketua Dewan Penasihat Mathla'ul Anwar mengingatkan agar ormas yang sudah berdiri lebih dari satu abad itu tidak disusupi ideologi lain selain Pancasila. "Tugas yang diemban Mathla'ul Anwar ialah di bidang pendidikan dan dakwah serta ekonomi umat. Untuk itu harus fokus ke sana," paparnya.

Ia juga mengingatkan tugas merawat NKRI harus terus dilanjutkan dengan mengedepankan semangat toleransi dan persatuan untuk membangun negeri,  bukan mengedepankan ego. Jika sudah baik, harus dibuat lebih baik lagi.

"Merawat itu kan terus, never ending. Sesuatu yang sudah baik, ya dirawat terus supaya lebih baik lagi. Ini bukan diruwat, dirawat. Kalau diruwat itu prihatin, ini dirawat apa yang sudah dapat kita capai sekarang," kata mantan Panglima ABRI itu.

Sementara itu, Sekjen Mathla'ul Anwar, Oke Setiadi Affendi, mengatakan meski tahun politik, organisasi yang didirikan di Menes, Banten, pada 1916 tersebut akan tetap netral dan tidak memihak. "Tidak ada tradisi di Mathla'ul Anwar untuk dukung mendukung. Walau ini tahun politik, kita lepas dari itu semua. Kita mengadakan rakernas dalam rangka konsolidasi agar kepengurusan terus berlanjut," katanya.

Dalam rakernas ormas yang kini dipimpin KH Ahmad Syadeli Karim itu diikuti pengurus wilayah dan pengurus daerah se-Indonesia. Tema yang diangkat ialah Revitalisasi peran dan kontribusi Mathla'ul Anwar dalam merawat NKRI. Tujuannya untuk konsolidasi organisasi dan merumuskan sikap terkait dengan kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini.

Mathla'ul Anwar didirikan berselang empat tahun setelah berdirinya Muhammadiyah serta 10 tahun lebih awal jika dibandingkan dengan NU.

Ormas Islam yang sudah berusia lebih dari satu abad itu, kini mengelola ratusan lembaga pendidikan dari tingkat dasar, menengah, hingga perguruan tinggi. Misi awal pendirian organisasi itu ialah purifikasi ajaran Islam dengan memberantas TBC (takhayul, bidah, dan khurafat). 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Riky Wismiron
Berita Lainnya