Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
LSI Denny JA mencatat ada enam isu yang sangat menarik perhatian masyarakat menjelang Pilpres 2019. Isu itu pun mendapatkan tanggapan positif ataupun negatif dari masyarakat.
Isu pertama yakni pelaksanaan Asian Games 2018. Baik masyarakat maupun dunia internasional mengapresiasi keberhasilan pemerintah dalam menyelenggarakan Asian Games.
"Tingkat dikenal publik Asian Games itu 85,1% , tingkat kesukaan 96,5%, dan tingkat ketidaksukaan hanya 0,6%," ungkap peneliti LSI Denny JA, Rully Akbar.
Kunjungan Presiden Joko Widodo ke lokasi gempa dan tsunami di Palu juga menjadi isu hangat di masyarakat. Langkah Jokowi itu pun mendapat respons positif. "(Masyarakat) 93,7% suka dan 2,7% tidak suka," ucap dia.
Respons baik juga ditunjukkan masyarakat terkait dengan kunjungan Jokowi ke lokasi gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Tingkat pengenalan masyarakat soal kunjungan Jokowi itu mencapai 67,9% dan 94,4% masyarakat menyukainya. Sebaliknya hanya 3% yang tidak suka.
Kasus berita bohong yang dilakukan aktivis Ratna Sarumpaet juga membetot perhatian masyarakat. Masyarakat yang mengetahui kabar itu mencapai 57,2% dan sebagian besar (89,5%) tidak menyukainya. Hanya 3,7% yang suka dengan tindakan Ratna tersebut.
Kemudian, isu terkait melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat juga menjadi isu seksi. Sebanyak 54,2% masyarakat mengetahui pemberitaan itu, dan mayoritas (84,3%) tidak menyukainya. Sebaliknya hanya 8,2% yang menyukainya.
Isu terakhir yakni pembakaran bendera HTI yang diketahui sebanyak 53,7% masyarakat. Sebanyak 83,6% masyarakat tak menyukai tindakan itu dan 4,5% masyarakat menyukainya.
Survei tersebut dilakukan pada 10-19 November 2018 dengan melibatkan 1.200 responden. Metode yang digunakan yakni multistage random sampling dengan wawancara melalui kuesio-ner dan tatap muka. Margin of error survei ini sebesar 2,9%.
Tetap unggul
Berdasarkan survei itu pula, pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin masih unggul dari pesaing mereka, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Elektabilitas keduanya pun terpaut di atas 20%.
"Dua bulan terakhir, elektabilitas Jokowi-Amin dan Prabowo-Sandi mengalami turun-naik. Namun, tidak banyak mengubah selisih elektabilitas. Jokowi-Amin masih unggul selisih di atas 20% dari Prabowo-Sandi," ujar Rully Akbar.
LSI Denny JA mencatat elektabilitas Jokowi-Amin sebesar 53,2% pada November 2018. Angka itu menurun jika dibandingkan dengan di Oktober 2018 yang mencapai 57,7%. Di sisi lain, elektabilitas Prabowo-Sandi meningkat dari 28,6% menjadi 31,2%.
Adapun masyarakat yang belum tahu atau tidak menjawab sebesar 13,7% di Oktober 2018 dan 15,6% di November 2018.
Rully pun menyarankan kedua pasangan capres dan cawapres untuk lebih menonjolkan visi-misi dan program mereka. Hal itu dinilai ampuh untuk meningkatkan elektabilitas menjelang pilpres.
"Kalau sudah masuk ranah program, masyarakat bisa melihat diferensiasi di antara kedua pasangan itu," jelas dia. (P-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved