Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Ketua Komisi II DPR RI Mardani Ali Sera menanggapi soal pengungkapan kasus penjualan blangko KTP-el di pasar daring oleh pihak Kementrian Dalam Negeri. Menurutnya kasus tersebut bukanlah yang pertama kali dan meminta Kemendagri untuk jangan fokus ke siapa pelakunya tetapi dimana letak kesalahannya.
"Yang perlu diketahui kasus ini bukan hanya sekarang saja tapi sudah lama. Menurut saya engga bisa ini dijawab dengan 'ini udah ketangkep'. Jangan pernah mencari siapa yang salah tetapi cari dimana letak kesalahannya," ungkap Mardani di Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (6/12).
Ia kemudian mengakui mengkhawatirkan kasus tersebut. Mardani meminta Kemendagri untuk melakukan audit untuk segera dipaparkan ke publik agar tidak terulang lagi.
"Kita jangan menyederhanakan masalah ini. Saya tidak mau suudzon tapi buat audit dan paparkan ke publik. Sehingga kalo ada kasus begini publik sendiri yang akan melaporkan. Misalnya ternyata si orang ini trnyata puncak gunung es. Pucuknya ketangkep tapi gunung es besarnya enggak ketangkep. Itu namanya kita enggak menyelesaikan masalah" kata Mardani.
Menurutnya kasus yang dilakukan oleh oknum Nur Ishadi Nata, anak seorang mantan Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Tulang Bawang, Lampung yang mencuri 10 keping blangko KTP El memang dilakukan dengan jumlah kecil namun jangan dianggap remeh.
"Memang pertama jumlahnya sepertinya tidak besar dan rata-rata itu untuk orang kecil. Jangan anggap remeh karena itu kan yang baru ketahuan. Yang tidak ketahuan perlu dipaparkan ke publik agar kita punya keyakinan kokoh bahwa sistem database kita tidak bisa disalahgunakan," ujar Mardani.
Ia kemudian mendesak agar kasus tersebut harus dituntaskan oleh Kemendagri dan kepolisian agar tidak terjadi pencurian blangko KTP-el.
"Ini bukan di hilir tapi di hulu. Jadi desak Kemendagri dan polisi dulu untuk selesaikan sampai tuntas. Kita harus tetep bermain di koridor audit dulu. Kalo diaudit lalu ketahuan ini dalam jumlah besar, indikasinya ada. Kalo engga yaudah. Saya tidak suudzon ya tapi ini enggak bisa cuma selesai disini." pungkas Mardani. (OL-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved