Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH dan aparat keamanan tengah intensif memburu pelaku pembunuhan puluhan pekerja proyek jembatan Trans Papua di Nduga, Papua. Polri dan TNI mengatakan tidak akan kompromi dengan para pelaku.
Wakil Ketua Komite II DPD RI asal Papua, Carles Simaremare, mengatakan penangkapan dan proses hukum harus dilakukan dengan tegas pada pelaku yang terbukti melakukan pembantaian pekerja PT Istaka Karya tersebut. Namun, aparat diharapkan tidak gegabah, emosi, dan tetap berati-hati dalam menyelesaikan masalah tersebut.
"Ini harus ditanggapi dengan serius, tetapi juga jangan sampai salah tangkap. Apalagi salah tembak. Jangan sampai karena terbawa emosi akhirnya serba salah, jadi orang yang tidak berdosa jadi korban lagi," ujar Carles, di gedung DPD, Jakarta, Kamis (6/12).
Baca juga: Penyintas Serangan di Nduga Tiba di Timika
Carles mengatakan, dalam kondisi saat ini tingkat kerawanan di Papua akan meningkat. Warga juga akan lebih mudah merasa was-was, khawatir, dan mudah terprovokasi. Bila tidak diselesaikan dengan tepat dan hati-hati, kondisi bisa semakin gaduh dan memburuk.
"Karena memang di Nduga dan sepanjang jalur Trans Papua itu banyak zona merah. Aparat harus lebih teliti dan hati-hati. Harus bisa menyelesaikan dengan baik dan mendekatkan diri juga ke masyarakat sekitar," ujar Carles.
Ia juga mengatakan, penyelesaian masalah harus dilakukan dengan tenang untuk meredam perhatian internasional. Karena saat ini, perhatian internasional bisa sangat besar dan dikhawatirkan bisa menghadirkan intervensi yang tidak diperlukan.
"TNI POLRI juga pemerintah pusat jangan sampai membuat kasus ini seperti diinternasionalisasikan, harus hati-hati. Kalau memang ini tindakan kaum separatis, bisa jadi perhatian internasional itu yang memang mereka harapkan, semakin terpublish ke seluruh dunia. Karena mereka sebenarnya ingin menarik perhatian dunia," ujar Carles.
Ia berharap masalah itu bisa segera diselesaikan dan pelaku bisa ditangkap. Setelah penangkapan, aparat tidak boleh berhenti untuk melakukan pengamanan.
"Terakhir, aparat juga harus komitmen untuk menghargai bila ada yang menyerahkan diri, khususnya pada keluarga pelaku bila ada yang membantu menyerahkan pelaku agar tidak menimbulkan konflik baru," pungkasnya. (OL-6)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved