Pelibatan TNI di Pembangunan Papua Perlu Dievaluasi

Henri Salomo Siagian
05/12/2018 15:04
Pelibatan TNI di Pembangunan Papua Perlu Dievaluasi
(Direktur Institute For Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi---Ist)

PELIBATAN TNI secara terbuka terutama dalam rangka percepatan dan kelancaran pelaksanaan pembangunan di Papua perlu dievaluasi.

"Agar tidak justru kontraproduktif dan meningkatkan potensi gangguan keamanan seperti yang terjadi di Nduga, Papua," ujar Direktur Institute For Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi saat dihubungi Media Indonesia, Rabu (5/12).

Baca juga: Pemulihan Keamanan di Papua Memungkinkan Libatkan Densus 88

Sebelumnya, 31 pekerja tewas ditembak oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) di proyek Trans Papua di Kali Yigi dan Kali Aurak, Kabupaten Nduga, Minggu (2/12). Kemudian, pada Senin (3/12) sekitar pukul 18.30 WIT menyerang Pos TNI di Mbua.

Pembangunan dan pendekatan kesejahteraan, jelas Fahmi, memang sangat penting di Papua. Namun pelibatan TNI secara terbuka, menurut dia, justru membuat salah persepsi.

"Bergaul dengan penjual minyak wangi, ketularan wangi. Bergaul dengan penjual ikan, ketularan amis. Kasihan para pekerja yang jauh-jauh masuk ke pelosok Papua pulang tak bernyawa. Apalagi hanya karena bau yang sama," kata dia. (OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya