Tidak Ada Negosiasi dengan OPM

GOLDA EKSA
05/12/2018 07:45
Tidak Ada Negosiasi dengan OPM
(ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

MENHAN Ryami-zard­ Ryacudu memastikan pelaku penembakan­ terhadap 31 pekerja proyek jembatan di Nduga, Papua, ialah kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM). Aparat keamanan segera mengambil langkah tegas memburu kelompok ini.

“Oh iyalah, kalau begitu OPM. Masa orang biasa nembak-nembak. (Itu) OPM,” kata Ryamizard.

Ryamizard menegaskan insiden ini bukan saja menjadi tanggung jawab TNI dan kepolisian. Dia siap bertanggung jawab karena menyangkut kedaulatan dan pertahanan negara.

“Saya sebagai Menteri Perta-hanan juga bertanggung jawab. Tanggung jawab juga bukan hanya polisi dan tentara. Saya bertanggung jawab,” tegasnya.

Ke depan, ia ingin ada pembagian tugas yang jelas soal keamanan di Papua antara kepolisian dan TNI. Secepatnya menhan segera mengoordinasikan TNI dan Polri untuk penanganan dan perburuan kelompok teror ini.

“Kalau tidak, ada salah persepsi. Di sana menganggap sudah aman, di sini menganggapnya terjadi lagi. Kita akan rembukan lagi dengan TNI dan Polri,” ujarnya.

Ryamizard menegaskan tak akan berkompromi dengan kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) di Papua. Mereka diminta menyerah atau aparat keamanan segera mengambil langkah tegas. “Bagi saya tidak ada negosiasi. Menyerah atau diselesaikan. Itu saja.”

Menurut Ryamizard, kelom-pok bersenjata di Papua tidak lagi bisa diklasifikasikan sebagai kelompok kriminal, tetapi mengarah ke gerakan insurgensi atau pemberontakan. “Ya kan mau memisahkan diri, Papua dari Indonesia. Itu kan memberontak bukan kriminal lagi.

Penanganannya harus TNI. Kalau kriminal iya polisi,” kata Ryamizard.

Menkopolhukam Wiranto meminta Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk menumpas kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) yang telah membantai puluhan pekerja proyek PT Istaka Karya di Kabupaten Nduga, Papua.

“Harus dilakukan pengejar-an habis-habisan. Supaya apa? Supaya tidak terulang lagi. Upaya mereka untuk menakut-nakuti agar pembangunan tidak berjalan itu justru mengganggu kepentingan masyarakat Papua. Pengejaran sampai ketemu, pasukan dikerahkan­,” ujar Wiratno.

Menurut Kepala Penerangan Komando Daerah Militer XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi, KKSB sengaja menciptakan opini di dunia internasional bahwa Pemerintah Indonesia menghambat perjuangan mereka dan telah melakukan pelanggaran HAM terhadap orang Papua.

“Di sisi lain, mereka justru mengangkat senjata. Jadi, fakta diputarbalikkan untuk menarik opininya internasional untuk kepentingan kelompok mereka,” ujarnya.

Sudah tahu
Kadiv Humas Polri Brigjen M Iqbal mengungkapkan kepolisian sudah mengidentifikasi pemberondong tembakan ke arah pekerja di Distrik Yigi, Nduga, Papua. Pelaku tengah dikejar. Namun, Iqbal belum mau mengungkap identitas pelaku. Bahkan, Wakapolri Komjen Ari Dono Sukmanto juga sudah terbang ke lokasi. (Pro/Dro/P-1)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya