Deddy Mizwar Halau Isu PKI di Jabar

AKMAL FAUZI
05/12/2018 07:15
Deddy Mizwar Halau Isu PKI di Jabar
(ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

TIM Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin mengatur sejumlah strategi untuk menekan isu Partai Komunis Indonesia (PKI) yang masif belakangan ini. Salah satunya dengan mengunjungi sejumlah ulama di Jawa Barat.

“Kita harus mendatangi satu-satu tokoh masyarakat, kiai, dan habib. Saya kira penting melakukan silaturahim dalam perspektif Islam,” kata juru bicara TKN Capres-Cawapres Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Deddy Mizwar (Demiz),  di Rumah Cemara, Jakarta Pusat, kemarin.
Demiz menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum bila ada oknum yang membesarkan isu PKI yang dialamatkan untuk Jokowi-Ma’ruf sebab ada UU ITE yang bisa menjerat oknum penyebar hoaks.

“Siapa pun kalau itu emang hoaks dan ujaran kebencian, ya kita harus tindak,” ujar Demiz.

Menurutnya, saat ini TKN tengah mengatur strategi untuk mengamankan suara di Jawa Barat sebab Jawa Barat sebagai wilayah yang strategis untuk mendulang suara. “Kita lagi bahas ini, salah satunya Jawa Barat, mudah-mudahan nanti baru ketemulah ya secara sistematik seperti apa, wilayah-wilayah mana, dan siapa saja di sana.”

Dalam survei Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) isu soal kebangkitan PKI di media sosial banyak dipercayai masyarakat.

Survei dilakukan di sembilan provinsi yang termasuk kategori provinsi intoleran, yakni Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, DI Aceh, Jawa Timur, Sumatra Utara, Sulawesi Selatan, DI Yogyakarta, dan Banten. Adapun jumlah sampel sebanyak 1.800 responden dengan margin error 2,4%.

Dalam survei yang dilakukan, sebanyak 54,1% responden mengetahui mengenai berita terkait dengan PKI. Dari jumlah itu, 42,8% percaya mengenai kebenaran berita yang beredar di media sosial tersebut.

“Hal ini tentu saja dapat berpengaruh terhadap tumbuhnya intoleransi dan radikalisme­ di Indonesia. Padahal, kebenaran terhadap berita tersebut sampai sekarang tidak dapat dibuktikan,” kata Koordinator Tim Riset Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan (IPSK) LIPI, Cahyo Pamungkas, dalam se­minar Studi terhadap Intoleransi­ dan Radikalisme di Indonesia, di Jakarta, Selasa (4/12).

Selain isu PKI, sebanyak 42,6% responden mengetahui tentang berita yang mengatakan ulama dikriminalisasi negara. Dari jumlah itu, 52,9% responden percaya terkait dengan isu tersebut.

Bahkan, berita mengenai teori bumi datar juga dipercayai masyarakat. Sebanyak 18,2% mengetahui berita tentang teori itu. Sebanyak 22,6% responden di antaranya memercayai berita bahwa bumi datar. “Jika terus dibiarkan, berita yang tersebar secara masif ini dapat dianggap sebagai suatu kebenaran di masyarakat.”

Kembali muncul
Pengamat Media Sosial Nukman Luthfie memprediksi isu PKI akan kembali muncul dalam kontestasi Pilpres 2019. Tak cuma di dunia nyata, kehidupan di media sosial pun tak lepas dari penyebaran isu yang dinilai dapat menguntungkan salah satu pihak.

“Ketika deklarasi damai itu situasinya lumayan sejuk termasuk di media sosial, tapi setelah selesai muncul lagi isu ini,” ujarnya dalam Metro Pagi Primetime, Selasa (4/12). (P-1)





Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dedy P
Berita Lainnya